Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Foto ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi. Keterbatasan sarana prasarana perawatan menjadi penyebab tingginya kematian ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, prosentase kematian akibat corona masih tinggi. Hal ini terlihat dari data penularan pada Rabu (30/6/2021), angka kematian mencapai 4% dari total keseluruhan kasus.
“Cara hitungnya mudah. Jumlah kematian dibagi total kasus secara keseluruhan kemudian dikalikan seratus maka ketemu prosentasenya,” kata Dewi, Kamis (1/7/2021).
Menurut dia, tingkat kematian mencapai 4% termasuk masih tinggi. Pasalnya, prosentase tersebut masih tinggi ketimbang angka rataan kematian di Provinsi DIY maupun nasional. “Baik DIY maupun nasional masih di bawah 3%, tapi di Gunungkidul masih di atasnya,” ungkapnya.
Baca juga: Pelaku Perjalanan Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin Covid Selama PPKM Darurat
Dewi mengakui tingginya angka kematian aibat Covid-19, tidak hanya disebabkan oleh melonjaknya kasus secara keseluruhan. Namun, juga disebabkan karena minimnya sarana untuk perawatan.
Ia mencontohkan, fasilitas perawatan kritikal di Gunungkidul hanya ada empat tempat tidur. Hal yang sama juga terjadi pada ruang perawatan ICU sehingga berpengaruh terhadap angka fatalitas. “Kami berupaya untuk menambah fasilitas perawatan, tapi juga butuh proses,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang ada, di Gunungkidul pada Juni terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan. Sejak Maret 2020 hingga akhir Mei 2021 jumlahnya sebanyak 3.024 kasus. Selama Juni ada tambahan kasus sebanyak 3.471 orang dinyatakan positif corona.
Baca juga: Petugas TPR Positif Corona, Kawasan Pantai Gesing Ditutup
Lonjakan kasus ini juga berdampak terhadap jumlah pasien yang meninggal dunia. Sejak kasus muncul pertama kali di tahun lalu ada 260 orang yang dinyatakan meninggal karena corona. Dari jumlah ini, sebanyak 115 orang meninggal selama satu bulan di Juni.
“Yang meninggal tidak hanya dirawat di rumah sakit, tapi ada juga yang sedang menjalani isolasi mandiri,” katanya.
Meski demikian, Dewi belum bisa menyajikan data terkait dengan jumlah warga positif corona yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri. “Kalau detailnya, saya harus lihat datanya terlebih dahulu,” katanya.
Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengatakan, pada Rabu (30/6) membantu mengubur tiga jenazah yang meninggal dunia pada saat menjalani isolasi mandiri. Ketiga jenazah ini berasal dari Kapanewon Purwosari, Playen dan Wonosari.
“Total selama Juni, relawan PMI telah membantu memakamkan dengan standarisasi corona sebanyak 55 jenazah,” katanya.
Iswandoyo untuk pelaksanaan pemulasaraan ada 20 relawan yang diterjunkan. Peningkatan kasus pada Juni tugas relawan bertambah berat karena hampir setiap hari ada yang mati karena corona. “Memang situasinya sekarang kurang baik karena pertambahan kasus corona masih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.