63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Ilustrasi/Antara-Aji Styawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—RSUD Wonosari kehabisan tempat tidur perawatan pasien Covid. Dampaknya, ada 15 pasien tertahan di ruang IGD. Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, 61 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 sudah penuh. Padahal di ruang IGD masih ada 15 pasien yang menunggu mendapatkan kamar. “Tetap ditangani, tapi masih tertahan di IGD,” kata Heru kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).
Menurut dia, penuhnya ruang perawatan disebabkan laju penularan belum bisa dikendalikan. Heru pun mengakui sudah melakukan berberapa kali penambahan tempat tidur, namun seiring bertambahnya pasien, layanan yang disediakan juga ikut penuh.
BACA JUGA: Langgar Aturan PPKM Darurat, 312 Tempat Usaha di DIY Ditutup Paksa
“Sekarang kami akan tambah 14 tempat tidur lagi sehingga total berjumlah 75 tempat tidur. Rencananya, kamar baru ini digunakan merawat 14 pasien yang tertahan di IGD. Sedangkan satu pasien lainnya, harus mengantre untuk mendapatkan tempat tidur perawatan,” katanya.
Meski terjadi penumpukan pasien di IGD, layanan tidak ditutup. Pemeriksaan pasien non-Covid menggunakan tenda darurat yang didirikan di depan ruang IGD. “Masih bisa dilayani,” katanya.
Menurut dia, lonjakan kasus Corona sangat berpengaruh terhadap layanan di RSUD. Nanyak tenaga medis di RSUD yang terinfeksi.
“Awalnya ada 97 tenaga medis yang menjalani isolasi mandiri, tapi sekarang tinggal 42 orang,” ungkapnya.
Minimnya tenaga medis membuat manajemen menutut layanan di bangsal kelas tiga untuk pasien bedah. “Bisa dikover di kelas dua maupun satu. Jadi, tidak ada masalah dengan penutupan tersebut,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan total ada 134 tempat tidur untuk perawatan Covid. Meski demikian, yang berfungsi efektif hanya 124 tempat tidur karena sepuluh lainnya tidak memiliki fasilitas oksigen.
“Kami berharap kepada masyarakat bisa patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan agar laju penularan bisa dikendalikan. Jika terus bertambah banyak, kondisi ini akan berpengaruh terhadap layanan kesehatan di rumah sakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.