Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi/Antara-Aji Styawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—RSUD Wonosari kehabisan tempat tidur perawatan pasien Covid. Dampaknya, ada 15 pasien tertahan di ruang IGD. Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, 61 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 sudah penuh. Padahal di ruang IGD masih ada 15 pasien yang menunggu mendapatkan kamar. “Tetap ditangani, tapi masih tertahan di IGD,” kata Heru kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).
Menurut dia, penuhnya ruang perawatan disebabkan laju penularan belum bisa dikendalikan. Heru pun mengakui sudah melakukan berberapa kali penambahan tempat tidur, namun seiring bertambahnya pasien, layanan yang disediakan juga ikut penuh.
BACA JUGA: Langgar Aturan PPKM Darurat, 312 Tempat Usaha di DIY Ditutup Paksa
“Sekarang kami akan tambah 14 tempat tidur lagi sehingga total berjumlah 75 tempat tidur. Rencananya, kamar baru ini digunakan merawat 14 pasien yang tertahan di IGD. Sedangkan satu pasien lainnya, harus mengantre untuk mendapatkan tempat tidur perawatan,” katanya.
Meski terjadi penumpukan pasien di IGD, layanan tidak ditutup. Pemeriksaan pasien non-Covid menggunakan tenda darurat yang didirikan di depan ruang IGD. “Masih bisa dilayani,” katanya.
Menurut dia, lonjakan kasus Corona sangat berpengaruh terhadap layanan di RSUD. Nanyak tenaga medis di RSUD yang terinfeksi.
“Awalnya ada 97 tenaga medis yang menjalani isolasi mandiri, tapi sekarang tinggal 42 orang,” ungkapnya.
Minimnya tenaga medis membuat manajemen menutut layanan di bangsal kelas tiga untuk pasien bedah. “Bisa dikover di kelas dua maupun satu. Jadi, tidak ada masalah dengan penutupan tersebut,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan total ada 134 tempat tidur untuk perawatan Covid. Meski demikian, yang berfungsi efektif hanya 124 tempat tidur karena sepuluh lainnya tidak memiliki fasilitas oksigen.
“Kami berharap kepada masyarakat bisa patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan agar laju penularan bisa dikendalikan. Jika terus bertambah banyak, kondisi ini akan berpengaruh terhadap layanan kesehatan di rumah sakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Basarnas memusatkan pencarian jurnalis hilang di Sektor X selatan Gunung Anak Krakatau dengan area pencarian mencapai 6.024 NM persegi.
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Fornazari mencetak gol perdana untuk PSS Sleman, tetapi rela menukar gol tersebut dengan kemenangan Super Elja.
Aghniny Haque mempelajari bahasa isyarat arkais yang langka untuk memerankan Melor dalam film horor Malaysia, Khadam.