Defisit APBD-P 2026 Membesar, Bupati Bantul Minta OPD Berhemat
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Salah satu pendonor menunjukkan plasma darah yang ia donorkan di Unit Transfusi Darah, PMI Kota Jogja, Selasa (19/01/2021). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--PMI Kota Jogja mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan Plasma konvalesen bagi pasien Covid-19. Setiap harinya PMI Kota Jogja mengaku menerima puluhan bahkan hampir ratusan permintaan plasma konvalesen dari para keluarga pasien Covid-19.
Ketua PMI Kota Jogja, Lilik Kurniawan mengatakan, PMI Kota Jogja merupakan satu-satunya instansi yang bisa melayani terapi plasma konvalesen untuk penyembuhan pasien Covid-19. Hanya saja, saat ini pihaknya kekurangan pendonor hingga permintaan tidak dapat terpenuhi.
"Makanya kami sangat butuh sekali penyintas yang mau mendonorkan darahnya untuk plasma konvalesen," kata Lilik, Minggu (11/7/2021).
Lilik menjelaskan bahwa, plasma konvalesen tersebut sangat dibutuhkan bagi para pasien Covid-19 terutama bagi mereka yang sakit parah atau dirawat di ICU. Pihaknya juga mengaku bahwa permintaan tidak hanya berasal dari rumah sakit saja, melainkan individu dari luar pula Jawa.
"Saat ini kebutuhan plasma konvalesen tersebut sangat tidak berimbang, kebutuhan banyak sekali sedangkan persediaannnya cuma terbatas. Permintaan akan plasma konvalesen luar biasa, bahkan dari Solo, Semarang banyak yang menghubungi buat kebutuhan di daerah itu," ujarnya.
Hal ini disebabkan oleh proses pengambilan plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 yang memenuhi syarat membutuhkan waktu cukup lama yaitu sekitar satu hingga 1,5 jam untuk tiap pendonor. Selain itu, tidak semua penyintas Covid-19 bisa memenuhi syarat untuk menjadi pendonor plasma konvalesen.
Pelbagai penyebab yang menjadi faktor penyintas Covid-19 tidak bisa menjadi pendonor biasanya dipicu oleh kondisi tubuh yang sedang tidak fit. "Seperti kurang istirahat sehingga tubuh kurang baik dan berbagai faktor teknis lainnya," katanya.
Saat ini, pendonor plasma konvalesen untuk golongan darah AB sangat sulit diperoleh. Sementara pendonor yang paling banyak berasal dari golongan darah B, A, dan baru O. Untuk golongan darah AB sangat sedikit jumlahnya.
"Maka PMI Kota Jogja memohon dengan sangat buat para penyintas Covid-19 agar bisa ikut menyumbangkan plasmanya guna membantu sesama yang membutuhkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.