KRL Solo-Jogja Senin 28 September, Cek Jadwal dari Stasiun Palur
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Salah satu narasumber saat menyampaikan paparannya dalam acara Postgraduate Symposium 2021 bertema Child Development in Pandemic Age: How to Prevent a Potential Generation Lost, Sabtu (24/7/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejak pandemi Covid-19 melanda, terjadi perubahan besar pada pola pendidikan, pengasuhan, bahkan interaksi anak-anak dan remaja. Sistem pendidikan daring menjadi alternatif solusi bagi anak-anak dan remaja agar tetap mengenyam program pembelajaran sekolah.
Sebagai upaya mengantisipasi keterputusan tumbuh kembang anak di masa pandemi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menggelar kegiatan Postgraduate Symposium 2021 bertema Child Development in Pandemic Age: How to Prevent a Potential Generation Lost, Sabtu (24/7/2021). Postgraduate Symposium 2021 yang diikuti ratusan peserta digelar Sabtu dan tahap kedua Sabtu (31/7/2021).
Dekan FK-KMK UGM, Profesor Ova Emilia saat membuka simposium mengatakan anak-anak menjadi kelompok rentan terdampak pandemi Covid-19. Pertama, dampak tumbuh kembang anak dalam proses pendidikan menjadi tidak optimal, terutama dalam pembelajaran daring. “Kedua, dampak ekonomi membuat anak-anak rentan mengalami keterbatasan asupan nutrisi untuk pertumbuhan,” kata Ova, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (25/7/2021).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Jumeri, mengatakan dalam pendidikan daring, beragam kendala harus dihadapi guru, orang tua, dan anak. Tak bisa dipungkiri, guru juga mengalami kegagapan pembelajaran, merasa awam dalam teknologi informasi, hingga kesulitan mengetahui kecukupan target kompetensi. Sedangkan orang tua tidak semua mampu mendampingi adan belajar karena tanggung jawab lain seperti kerja, dan kesulitan memahami pelajaran. “Untuk siswa, mereka kesulitan konsentrasi, keluhan penugasan, hingga kondisi stres ataupun jenuh karena isolasi berkelanjutan,” katanya.
Dia mengatakan, setelah setahun pandemi, kondisi krisis ini berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif berkepanjangan seperti anak putus sekolah, penurunan capaian belajar hingga terjadinya kekerasan pada anak dan risiko internal.
Untuk merespons kondisi ini, Kemendikbud mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Covid-19. “Mendikbud bahkan merelaksasi dana BOS dan BOP agar dapat digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan, maupun masker. Mendikbud bahkan telah mengalokasikan Rp5,92 triliun untuk bantuan sarana teknologi informasi dan komunikasi sekolah pada 2020 dan 2021,” kata Jumeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.