Kelok 23 di JJLS Jogja Segera Dibuka, Waktu Tempuh Kretek-Girijati Cuma 7,5 Menit
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Polisi mengamankan senjata tajam jenis clurit, serta piringan rem cakram yang telah dimodifikasi dengan diberi tali pengayun di lokasi kecelakaan di Jalan AM. Sangaji, Kota Jogja, Sabtu (31/7/2021) dini hari.
Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Riko Sanjaya. Sejumlah barang bukti lain berupa sepeda motor serta serpihan bodi motor milik korban juga sudah diamankan.
Riko Sanjaya mengungkapkan pihaknya masih mengembangkan dan memeriksa sejumlah saksi dalam insiden itu. "Masih dalam penyelidikan Reskrim, Senin mau cek CCTV di sekitar lokasi kejadian," katanya, Minggu (1/8/2021).
Baca juga: Kisah Pedagang saat PPKM: Rela Japri Pelanggan hingga Layanan Antar-Jemput
Korban kecelakaan tersebut adalah dua orang remaja masing-masing berinisial A, 16, warga Terban, Gondokusuman serta R, 16, warga Tegalrejo. Mereka dilaporkan menabrak pohon perindang di Jalan AM. Sangaji pada Sabtu dini hari sekira pukul 03.10 Wib. Akibat insiden itu A tewas di tempat sementara R harus mendapat perawatan intensif karena luka yang cukup parah.
Kasubag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan sebelum insiden itu terjadi kedua pelajar yang berboncengan dengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi AB-2370-EV itu terlibat kejar-kejaran dengan rombongan orang tak dikenal. Mereka dipepet saat berada di depan kantor Bank BPD DIY, Jetis hingga akhirnya menabrak pohon perindang.
Baca juga: Jusuf Hamka Luruskan Kesimpangsiuran Soal Bank Syariah, Ini Klarifikasnya
Peristiwa itu bermula saat A dan R melaju di Jalan Monjali sehabis nongkrong di warung burjo. Saat berkendara, ada pemotor lain yang memainkan gas motor (bleyer) kepada mereka. Bersama rekannya yang lain mereka kemudian berusaha mencari pemotor itu.
"Kemudian dari arah selatan ke utara di seputaran simpang empat Jalan Baru, Mlati, Sleman melaju rombongan pengendara lain dan pada saat berpapasan beberapa pengendara rombongan itu berteriak "kae wonge" kepada rombongan korban. Dan langsung terlibat kejar-kejaran," ungkap Timbul, Minggu (1/8/2021).
Rombongan korban kemudian memacu gas kendaraannya. Saat tiba di depan Kantor Kas Bank BPD DIY Jalan A.M. Sangaji, korban oleng ke arah kanan dan kehilangan kendali lantas menabrak pohon perindang yang berada di sisi barat jalan. Lalu rombongan terduga pelaku melarikan diri setelah melihat insiden itu.
"Diduga tabrakan itu terjadi karena korban panik. Korban A mengalami luka berat di bagian kepala. Sementara R patah kaki kanan dan sekarang tengah dirawat di rumah sakit," tambah Timbul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
Gempa M5,9 di Kepulauan Seribu terasa hingga Jogja. Daryono menjelaskan penyebab, karakter gempa dalam, dan potensi gempa susulan.
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Polisi menetapkan pemuda 22 tahun sebagai tersangka setelah anak 13 tahun ditemukan di rental PS Banyumanik usai berpindah empat hari.
Presiden Prabowo tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 yang berlangsung 12-13 September 2026.
Franco Mastantuono mencetak hat-trick saat Fiorentina menang 4-2 atas Venezia pada pekan keempat Liga Italia.