Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski usaha rumah makan dan kafe menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tak menyurutkan niat salah satu pengusaha kafe di Sleman untuk berbagi.
Pengusaha Kafe Bento, Khairul Umam Bento, membagikan ratusan kotak nasi beserta parsel untuk tenaga kesehatan, warga yang menjalani isolasi dan petugas yang menjaga penyekatan jalan. “Ada bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 150 boks nasi dan puluhan parcel diberikan pada petugas jaga yang ada di selter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang," ujarnya, Senin (2/8/2021).
Ia mengakui usaha kafe sangat terdampak pandemi dan PPKM yang saat ini berlangsung. Diakui Bento, selama pandemi omzet usahanya sempat anjlok. Meski demikian hal ini tak lantas menghalangi pengusaha kafe untuk turut berkontribusi pada penanganan Covid-19.
Bantuan ini menurutnya adalah bentuk kepedulian bersama para pengusaha di Jogja. bukan saja kewajiban pemerintah untuk menangani pandemi, tapi juga kontribusi semua pihak termasuk pengusaha agar lebih efektif.
BACA JUGA: BPS Catat Inflasi Juli 0,08 Persen di Tengah PPKM Level 4
"Dalam posisi saat ini kita harus bersinergi bersama, saling membantu antar sesama rakyat dan membantu pemerintah meredam pandemi ini. Salah satu cara yang bisa kita lakukan salah satunya dengan memberikan bantuan seperti ini untuk nakes dan pasien isoman," katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman, Raudi Akmal, yang turut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut menyebut kegiatan ini tidak akan terselenggara tanpa ada kepedulian satu sama lain. Kesamaan cara berpikir dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 ini menjadi semangat tersendiri.
Ia mengajak pengusaha lain untuk turut melakukan aksi sosial. Pengusaha dinilai mampu untuk ikut turun tangan terutama membantu nakes, relawan hingga pasien Covid-19 untuk terus kuat berjuang. Menurunnya rasa kepedulian itu harus terus dipupuk untuk melawan pandemi Covid-19 saat ini.
"Saat ini kita harus bahu membahu untuk bersama pemerintah saling mengisi dan mendukung. Baik mentaati protokol kesehatan, vaksinasi termasuk membantu saling membantu sesama kita yang menjadi nakes, relawan dan pasien isoman," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.