Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aji Styawan\r\n
Harianjogja.com, PLAYEN – Pemkab Gunungkidul memiliki dua selter untuk karantina bagi warga yang dinyatakan positif corona. Meski demikian, selter di Kalurahan Petir, Rongkop dan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul masih belum optimal.
Hal ini terlihat dari tingkat keterisian tempat karantina. Untuk selter Petir dari kapasitas 50 orang, hingga sekarang baru dimanfaatkan untuk 19 pasien positif. Sedangkan di selter Wanagama baru ada sembilan orang, padahal dari sisi kapasitas bisa menampung 50 orang.
BACA JUGA : Melanggar Prokes Akan Disanksi Kerja Sosial di Selter Covid-19
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, dua selter untuk penampungan pasien positif corona masih belum optimal karena tingkat keterisian masih dibawah kapasitas yang dimiliki. Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat warga enggan memanfaatkan tempat penampungan ini.
Salah satunya dikarenkan warga merasa lebih enak menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Kondisinya memang seperti itu. Meski sudah disiapkan selter, tapi ada yang tidak mau menempatinya,” kata Siwi kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).
Ia mengakui permsalahan ini menjadi tantangan yang harus dipecahkan. Pasalnya, pemantauan kesehatan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri tidak maksimal. Hal berbeda apabila warga mau menjalani isolasi di selter, pemantauan akan lebih intens karena ada petugas medis di lokasi yang ikut memberikan pengawasan.
BACA JUGA : Ini Rincian Daya Tampung Shelter Covid-19 di DIY
“Sudah banyak kasusnya. Ada warga yang baru ke rumah sakit saat kondisinya parah sehingga nyawanya tidak tertolong. Hal ini harus diantisipasi sehingga angka kematian bisa ditekan, salah satunya melalui isolasi di selter,” katanya.
Untuk memaksimalkan fasilitas ini, Siwi mengaku terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar mengoptimalkan petugas medis dalam upaya mobilisasi warga mau menjalani karantina di selter.
“Kami hanya menyiapkan lokasi penampungan. Sedangkn yang tau datanya di dinas kesehatan sehingga peran dari petugas medis sangat penting untuk memaksimalkan keberadaan selter,” katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, selter untuk karantina warga positif corona harus dimaksimalkan. Hal ini dibutuhkan agar upaya penanggulangan lebih dioptimalkan dan angka kematian akibat Covid-19 bisa ditekan.
“Masih banyak yang menjalani isolasi mandiri. Sebagai contoh di Wisma Wanagama dari kapasitas 50 orang, baru terisi sembilan warga yang dinyatakan positif,” katanya.
BACA JUGA : UGM Kembali Fungsikan Wanagama Untuk Selter
Dia mengungkapkan, pelaksanaan isolasi mandiri memang dibutuhkan karena lokasi penampungan yang masih terbatas. Namun demikian, pelaksanaannya juga memiliki risiko karena tingkat pengawasan berkurang, sedang di sisi lain juga berpotensi menularkan ke anggota keluarga yang lain.
“Harus dimaksimalkan. Kalau perlu dibuat tim penjemputan agar warga [khususnya yang bergejala] mau menempati selter sehingga pematauan kesehatannya lebih mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus