UGM Kembali Fungsikan Wanagama Untuk Selter

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aji Styawan\\r\\n
31 Juli 2021 12:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Merespon masih tingginya kasus Covid-19, UGM menambah fasilitas selter penanganan Covid-19 yang diperuntukkan bagi pasien bergejala ringan, yakni di rumah peneliti Wanagama UGM.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Budiadi, menjelaskan UGM berusaha semaksimal mungkin untuk menyumbangkan sumber daya yang dimiliki bagi penanganan Covid-19. Pemanfaatan rumah peneliti Wanagama sebagai selter diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam menangani pasien dan menekan angka kematian.

“Ini kedua kalinya Wanagama digunakan sebagai selter. Sebelumnya untuk warga yang reaktif rapid test, saat ini yang ditempatkan adalah yang sudah betul-betul positif. Di sini isolasi bisa maksimal karena tidak berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan lingkungannya lebih sehat,” ujarnya, Sabtu (31/7/2021).

Dengan suasana seperti itu, diharapkan pasien dapat lebih cepat sembuh. Selter Wanagama memiliki kapasitas sebanyak 51 tempat tidur. Selain kamar isolasi, terdapat kopel khusus instalasi gawat darurat (IGD) yang dilengkapi dengan konsentrator oksigen, serta ruangan khusus bagi tenaga kesehatan.

Baca juga: Terpapar Covid-19, Satu Keluarga di Karangwaru Jalani Isolasi Mandiri

Direktur Wanagama, Dwiko Budi Permadi, mengungkapkan selter Wanagama yang berlokasi di Gunungkidul ini dikelola oleh Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, dan saat ini menampung delapan pasien terkonfirmasi bergejala ringan.

Hutan pendidikan Wanagama selama ini digunakan sebagai tempat praktikum dan penelitian bagi mahasiswa maupun dosen Fakultas Kehutanan UGM. Namun, mengingat kondisi pandemi yang belum mereda dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aktivitas praktikum mahasiswa di Wanagama untuk sementara ditiadakan.

Dwiko menerangkan, aktivitas penelitian nantinya dapat tetap dilakukan di luar area rumah penelitian, dengan sejumlah pengaturan untuk mencegah penularan Covid-19. “Untuk riset masih dilakukan di luar area rumah peneliti. Untuk praktikum mengikuti kebijakan PPKM dan fakultas,” ungkapnya.