Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah satwa dilepas di areal terbuka Exotarium, Rabu (4/8/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Exotarium Mini Zoo menjadi salah satu destinasi wisata yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kesulitan memberi makan satwa, pengelola pun menggelar aksi simbolik pelepasan satwa, Rabu (4/8/2021).
Sejumlah satwa dilepaskan di rerumputan yang masih menjadi areal Exotarium, di Sendangadi, Mlati. Beberapa satwa seperti kura-kura, kambing, kuda, ular piton, kelinci, musang, ayam kalkun dan lainnya terlihat berjemur dan mencari makan di rerumputan tersebut.
Pemilik Exotarium, Akbar Taruna, menjelaskan pelepasan satwa ini merupakan aksi simbolik terhadap kebijakan PPKM yang berimbas pada penutupan tempat wisata, sehingga menyebabkan tidak adanya pemasukan bagi kebun binatang.
Ia menceritakan selama pandemi Covid-19 meski tidak bisa dibilang untung, Exotarium dapat bertahan untuk operasional termasuk memberi makan satwa. Pada masa new normal, Januari sampai Juni, 2021 rata-rata pengunjung pada hari biasa berkisar 100-200 orang, sementara pada hari libur bisa 800-1.000 orang.
“Adanya PPKM pada tanggal 3 Juli yang diperpanjang sampai sekarang ini ternyata kami merasa berat. Sebulan kami masih bisa bertahan, tapi kalau diperpanjang terus mohon maaf kami merasa keberatan. Untuk itu kami memohon kepada pemerintah dengan adanya event ini, kita akan protes dengan cara kita sendiri yaitu dengan cara melepaskan perwakilan satwa kami,” katanya.
Baca juga: Syukurlah...Keterisian Bed Pasien Covid-19 di Kulonprogo Mulai Turun
Pelepasan satwa ini kata dia, mengandung makna simbolis bagaimana satwa yang biasanya diberi makan secara rutin oleh pengelola, diminta mencari makan sendiri di areal terbuka. Hal ini menyiratkan bagaimana sulitnya pengelola memberi makan satwa saat ini.
Exotarium harus menghidupi total sebanyak 350 satwa berbagai spesies, seperti reptil berkaki, reptil melata, kambing merino, kambing etawa, kura-kura darat, kura-kura air, aneka macam kelinci, hewan nokturnal, aneka burung, kuda, rusa, kambing mini, termasuk ikan alligator, dengan total biaya untuk pakan sebesar Rp35 juta dalam sebulan.
Exotarium juga telah menggalang donasi bagi masyarakat yang peduli terhadap kelangsungan hidup satwa, baik dengan memberi pakan langsung maupun dalam bentuk uang. “Kalau untuk karyawan itu tanggung jawab manajemen, tapi kalau satwa ini kan bisa siapapun yang peduli atau cinta satwa itu punya hak untuk membantu satwa-satwa yang ada di tempat kami ini,” ungkapnya.
Exotarium merupakan kebun binatang mini yang lebih menekankan pada wisata edukasi. Satwa-satwa biasanya diberi makan langsung oleh pengunjung di samping makanan utama dan vitamin dari pengelola. Ia berharap wisata bisa segera kembali dibuka meski dengan sejumlah syarat seperti surat vaksin atau hasil antigen, agar kebutuhan satwa bisa kembali terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.