WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejumlah satwa dilepas di areal terbuka Exotarium, Rabu (4/8/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Exotarium Mini Zoo menjadi salah satu destinasi wisata yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kesulitan memberi makan satwa, pengelola pun menggelar aksi simbolik pelepasan satwa, Rabu (4/8/2021).
Sejumlah satwa dilepaskan di rerumputan yang masih menjadi areal Exotarium, di Sendangadi, Mlati. Beberapa satwa seperti kura-kura, kambing, kuda, ular piton, kelinci, musang, ayam kalkun dan lainnya terlihat berjemur dan mencari makan di rerumputan tersebut.
Pemilik Exotarium, Akbar Taruna, menjelaskan pelepasan satwa ini merupakan aksi simbolik terhadap kebijakan PPKM yang berimbas pada penutupan tempat wisata, sehingga menyebabkan tidak adanya pemasukan bagi kebun binatang.
Ia menceritakan selama pandemi Covid-19 meski tidak bisa dibilang untung, Exotarium dapat bertahan untuk operasional termasuk memberi makan satwa. Pada masa new normal, Januari sampai Juni, 2021 rata-rata pengunjung pada hari biasa berkisar 100-200 orang, sementara pada hari libur bisa 800-1.000 orang.
“Adanya PPKM pada tanggal 3 Juli yang diperpanjang sampai sekarang ini ternyata kami merasa berat. Sebulan kami masih bisa bertahan, tapi kalau diperpanjang terus mohon maaf kami merasa keberatan. Untuk itu kami memohon kepada pemerintah dengan adanya event ini, kita akan protes dengan cara kita sendiri yaitu dengan cara melepaskan perwakilan satwa kami,” katanya.
Baca juga: Syukurlah...Keterisian Bed Pasien Covid-19 di Kulonprogo Mulai Turun
Pelepasan satwa ini kata dia, mengandung makna simbolis bagaimana satwa yang biasanya diberi makan secara rutin oleh pengelola, diminta mencari makan sendiri di areal terbuka. Hal ini menyiratkan bagaimana sulitnya pengelola memberi makan satwa saat ini.
Exotarium harus menghidupi total sebanyak 350 satwa berbagai spesies, seperti reptil berkaki, reptil melata, kambing merino, kambing etawa, kura-kura darat, kura-kura air, aneka macam kelinci, hewan nokturnal, aneka burung, kuda, rusa, kambing mini, termasuk ikan alligator, dengan total biaya untuk pakan sebesar Rp35 juta dalam sebulan.
Exotarium juga telah menggalang donasi bagi masyarakat yang peduli terhadap kelangsungan hidup satwa, baik dengan memberi pakan langsung maupun dalam bentuk uang. “Kalau untuk karyawan itu tanggung jawab manajemen, tapi kalau satwa ini kan bisa siapapun yang peduli atau cinta satwa itu punya hak untuk membantu satwa-satwa yang ada di tempat kami ini,” ungkapnya.
Exotarium merupakan kebun binatang mini yang lebih menekankan pada wisata edukasi. Satwa-satwa biasanya diberi makan langsung oleh pengunjung di samping makanan utama dan vitamin dari pengelola. Ia berharap wisata bisa segera kembali dibuka meski dengan sejumlah syarat seperti surat vaksin atau hasil antigen, agar kebutuhan satwa bisa kembali terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Prabowo menegaskan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan TNI, Polri, kementerian, dan masyarakat untuk swasembada pangan.
Kulonprogo masih menunggu regulasi pusat terkait penyaluran bansos melalui KDMP. Sebanyak 10 gerai telah rampung dan siap diverifikasi.
Morning anxiety dapat membuat seseorang merasa cemas sejak bangun tidur. Kenali penyebab, gejala, dan penjelasan para ahli mengenai kondisi ini.
Suara biola dan cello perlahan memenuhi Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Kamis (16/7) malam
Antrean BBM di Sumatra ditargetkan terurai dalam satu hingga dua hari. Lonjakan konsumsi dan panic buying menjadi penyebab utama.