Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kuss Indarto dan Sidik Martowidjojo, menunjukkan karya seni yang akan dipamerkan dalam Sidikscape, di Pit Mabuk Art Venue, Kamis (5/8). /Ist.
Harianjogja.com, DEPOK--Sebanyak 18 karya Lukis milik Sidik Martowidjojo ditampilkan dalam pameran tunggal bertajuk Sidikscape. Seniman asal Malang ini menggelar pameran di rumahnya sendiri, Pit Mabuk Art Venue, di Mrican, Kelurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.
Kurator pameran, Kuss Indarto, menjelaskan pembukaan pameran akan dilaksanakan sekaligus dengan peresmian Pit Mabuk Art Venue, secara virtual pada 24 September mendatang. Pameran ini akan berlangsung selama tiga bulan.
BACA JUGA : Catat! 27 Mei Seratusan Lukisan Karya Seniman Malam
Pemilihan tema pameran ini menurutnya berkaca dari karya-karya Sidik selama ini, yang merupakan perpaduan landscape dengan imajinasi khas Sidik. “Dulu beliau melukis karya landscape. Sekarang mulai berubah tidak terlalu realistic, tapi cenderung abstrak,” ujarnya, Jumat (6/8/2021).
Sidik menjelaskan dalam pameran ini, ditampilkan karya Lukis yang telah ia ciptakan sejak 2001 silam. Dalam setiap karyanya, mengandung isu yang ingin ia sampaikan, salah satunya adalah tentang alam semesta yang kita tempati saat ini.
Salah satu karyanya menggambarkan tentang aliran air terjun dalam sebuah bentang alam. lukisan ini kata dia, sebagai pengingat bahwa alam menyediakan semua kebutuhan manusia. “Alam yang kita tempati sudah menyediakan tempat yang begitu indah dan apapun ada,” ujarnya.
Dengan menyadari keindahan alam yang telah menyediakan berbagai kebutuhan manusia, ia mengajak bagaimana agar kita dapat menjaga kelestariannya. Tidak hanya dengan harapan atau doa, tapi juga tindakan nyata.
BACA JUGA : Menarik Nih, Ada 128 Lukisan Dipajang di Bandara YIA
Di antara belasan karya lukisnya yang dipamerkan, salah satunya pernah dipamerkan di Louvre Museum, Paris, pada 2018 lalu. lukisan berukuran 1,4X6 meter ini juga pernah menyabet sejumlah penghargaan, sehingga memiliki arti spesial bagi perjalanan karyanya.
Ia menjelaskan setiap karya merupakan perjalanan spiritualnya. Tak ayal meski harga karya seni sebenarnya relatif, karya-karya Sidik ini dijual dengan harga yang cukup tinggi. “Di atas Rp100 juta. Tidak akan saya jual murah,” ungkapnya.
Sidik Martowidjojo merupakan seniman kelahiran 24 September 1937 di Malang, jawa Timur. Ia mulai bergaul dengan para seniman saat menetap di Jogja pada medio 1990-an. Pada 1993 ketika mengunjungi kota Fuqing, Fujian, China Selatan, Sidik memutuskan untuk menjadi pelukis sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.