Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Feny Selly
Harianjogja.com, SLEMAN--Mal di Sleman telah buka kembali dalam sepekan terakhir, setelah penutupan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juli lalu. Meski masih sedikit, pengunjung mal terpantau berangsur meningkat.
General Manager Ambarukmo Plaza (Amplaz), Surya Ananta, menjelaskan grafik pengunjung secara umum terjadi peningkatan sejak hari pertama buka. “Tapi kalau kita bandingkan dengan kondisi di masa pandemi 2020, sebelum PPKM, tingkat kunjungannya masih jauh,” katanya, Selasa (31/8/2021).
Dalam sepekan pertama pembukaan mal, puncak kunjungan terjadi pada akhir pekan lalu, Sabtu dan Minggu (28-29/8). Ia tidak bisa menyebutkan berapa angka pasti jumlah pengunjung, namun diperkirakan masih berkisar 20% dari kondisi normal.
BACA JUGA: Fusion Toilet Bantu Kurangi Cedera Punggung saat Buang Air
Terkait penggunaan QR Code aplikasi peduli lindungi, menurutnya sejauh ini tidak ada hambatan berarti. “Kendala aja saja, tapi minor. Karena bagaimanapun server dikendalikan oleh pemerintah. kadang ada eror, macet, ya kami maklum, in ikan juga permulaan. Mungkin ada migrasi data, perbaikan ini-itu, tapi tidak mayor,” ungkapnya.
Untuk pengunjung, menurutnya masih banyak yang belum familiar dengan aplikasi ini, sehingga memang perlu dilakukan edukasi dan pengarahan di lokasi. Mal menurutnya menjadi pelopor dalam penggunaan aplikasi ini, sebelum nantinya akan diperluas di lokasi lainnya seperti objek wisata, hotel, sekolah dan lainnya.
“Harapan kami kalau sudah meluas, orang akan terbiasa. Sama dengan pandemi awal, tiba-tiba kita harus cek suhu, cuci tangan, pakai masker. Awal memulainya waktu itu sama aja agak berat. Tapi lama-lama orang nggak usah disuruh juga sudah begitu. Sehingga mungkin ini hanya masalah waktu,” kata dia.
QR Code peduli lindungi diletakkan di setiap pintu masuk mal. Di Amplaz, ada setidaknya 16 QR Code yang terpasang. Bukan saja pengunjung, QR Code ini juga berlaku bagi semua orang yang masuk ke dalam mal termasuk karyawan dan tenant. Sehingga dengan peraturan ini, semua karyawan mal juga telah divaksinasi.
Sekda Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan berdasarkan evaluasi, dalam seminggu ini pelaksanaan protokol kesehatan di mal sudah berjalan dengan baik. “Sudah baik. Saat kami kunjungan ke sana, fasilitas dan protokol kesehatannya terjamin. Pelaku melaksanakan dengan baik,” katanya.
Setelah pembukaan mal, pihaknya juga berencana membuka objek wisata, dengan catatan semua pelaku wisata sudah divaksin. Adapun saat ini pelaku wisata yang telah divaksinasi sebanyak 80%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
PSS Sleman merekrut eks gelandang Persipura Markus Madjar. Pemain 21 tahun itu sudah dipantau sejak Liga 2 dan mulai berlatih bersama Super Elja.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.