Kejahatan DIY Merajalela, Penjaga TPR Parangtritis Disabet Celurit
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Objek Wisata Taman Sari/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja berencana membentuk sebanyak 45 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di sejumlah kelurahan. Pembentukan Pokdarwis itu nantinya diharapkan bisa saling bersinergi bersama pemerintah dan bisa menjadi pembangkit dalam menggerakkan wisatawan lokal.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, aturan pembentukan Pokdarwis telah tertuang dalam Pergub DIY Nomor 40/2020 tentang Kelompok Sadar Wisata dan Desa/Kampung Wisata. Dalam aturan itu, kelompok masyarakat di tingkat kampung atau kelurahan bisa mengusulkan pembentukan Pokdarwis untuk kemudian dimusyawarahkan di pemerintah desa atau kelurahan.
Setelah melalui verifikasi dan pembahasan serta uji kelaikan, Dinas Pariwisata setempat nantinya berhak mengusulkan Pokdarwis yang dinilai cocok dan memenuhi syarat untuk disahkan oleh Gubernur DIY. "Makanya ini coba kita maksimalkan agar sinergi antar kelurahan ini bisa mengembangkan potensi yang ada di tiap kelurahan," kata Heore, Rabu (15/9/2021).
Menurut Heroe, di masa sekarang kolaborasi antar pihak mutlak diperlukan agar dalam pengembangan Pokdarwis bisa berjalan dengan baik. Dia mencontohkan pengelolaan wisata hits di Kelurahan Giwangan yakni Bendung Lephen. Berbagai potensi di wilayah itu semisal kampung sayur, kampung buah, kerajinan dan wisata alam dipadukan hingga mampu menarik kunjungan wisatawan.
Baca juga: Covid-19 DIY Bertambah 174 Kasus, Positivity Rate 10,81%
"Sistemnya bisa dikelola dengan cara gandeng-gendong. Tidak mesti destinasi wisata yang diunggulkan, bisa macam-macam semisal kuliner atau kerajinan dan lain sebagainya," ungkap Heroe.
Ia menargetkan pendirian Pokdarwis ini nantinya bisa dimanfaatkan bagi wisatawan lokal untuk berpelesir. Hal ini sejalan pula dengan penerapan PPKM yang masih melarang kunjungan warga luar daerah demi meminimalisir penyebaran Covid-19. "Bisa memanfaatkan pengunjung lokal, warga-warga sekitar nantinya yang bisa berperan menghidupi wisata itu," jelas dia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko menyebut, atraksi yang dipunyai oleh kelurahan nantinya juga bisa jadi program unggulan dari Pokdarwis selain potensi kuliner, kerajinan, maupun wisata alam. Terkhusus pula pada atraksi kebudayaan yang kadang kala mampu menarik minat wisatawan.
Potensi Kecil
Di sisi lain, Kota Jogja tidak mempunyai kondisi geografis yang bisa diandalkan semacam kabupaten lain di wilayah DIY. Oleh karenanya, potensi kecil pun jika mampu dimanfaatkan serta dikolaborasikan dengan berbagai pihak pastinya bisa menjadi keunggulan lain dan pemikat bagi wisatawan.
"Kelurahan tidak semua harus mengunggulkan wisatanya, ada hal lain yang bisa kita dorong untuk saling berkolaborasi. Jogja kan juga tidak punya gunung apalagi pantai. Sehingga potensi sekecil apapun itu kita eksplorasi untuk menjadi wisata. Termasuk wisata spiritual akan diinventarisir dan diolah," ungkap Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.
PLN memastikan sistem kelistrikan Sumatera kembali normal setelah blackout akibat cuaca buruk yang terjadi pada Jumat (22/5/2026).