PSIM Gagal Menang di HUT ke-97, Van Gastel Soroti Passing
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.
Kantor LBH Jogja dilempar bom molotov. - Facebook @Budhi Masthuri
Harianjogja.com, KOTAGEDE--Unit Reskrim Polsek Kotagede mengungkap identitas awal terduga pelaku pelemparan bom molotov di kantor LBH Jogja pada Sabtu (18/9/2021) kemarin. Polisi mengatakan, terduga pelaku yang melakukan aksi tersebut merupakan dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
"Dimungkinkan dua orang ya terduga pelaku, satu yang pegang botol berisi bensin dan satu lagi mengendarai sepeda motor," kata Kanit Reskrim Polsek Kotagede, Iptu Mardiyanto, Minggu (19/9/2021).
Iptu Mardiyanto menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap kasus itu. Petugas Polsek akan berkoordinasi dengan Polresta Jogja untuk menyelidiki temuan dari TKP maupun sejumlah saksi atas insiden itu.
BACA JUGA : LBH Jogja Laporkan Teror Molotov ke Polresta
"Sementara ini kita lakukan pendalaman dulu sambil menunggu pihak lain yang akan memberikan keterangan tambahan, karena sampai saat ini masih belum ada perkembangan lagi," ujarnya.
Dijelaskan, informasi pelemparan bom molotov itu pertama kali diketahui oleh seorang pegawai LBH pada Sabtu (18/9) pagi. Kondisi kantor yang tak berpenghuni saat malam hari kian memuluskan niat pelaku melakukan insiden itu dan tidak diketahui oleh warga sekitar.
"Dari informasi sementara itu mungkin dilempar sekitar dini hari antara pukul 01.00-03.00 Wib. Karena kantor ini kan tidak ada yang menghuni malamnya dan diketahui saat ada salah satu pegawai LBH yang datang ke lokasi dan sudah ada bekas bom molotov," ungkapnya.
Dari tempat kejadian tim Inafis Polresta Jogja mendapati bekas pecahan kaca yang berasal dari botol, kemudian kandungan bensin, dan cat tembok bagian depan kantor yang mengelupas akibat kobaran api.
"Dimungkinkan terduga pelaku melempar dari luar pagar karena jaraknya yang dekat ya, melihat posisi dia dalam kondisi cepat dan tergesa-gesa, begitu melempar langsung pergi," jelas Mardiyanto.
BACA JUGA : Kantor LBH Jogja Dilempar Bom Molotov
Namun demikian, polisi menyebut bahwa penyelidikan terhadap insiden ini akan cukup sulit dilakukan. LBH Jogja memang memasang kamera pengintai (CCTV) di sekitar kantor, hanya saja kondisinya saat insiden itu mati total .
"Kamera CCTV ada tapi penjaga bilang itu mati, ada dua CCTV-nya tapi kondisi mati total, makanya kita jadi kendala juga. Sementara kalau dari tetangga tidak ada dengar suara ribut misal lemparan dan lain sebagainya," katanya.
Direktur LBH Jogja, Yogi Zul Fadhli menyebut, pihaknya telah melaporkan insiden itu ke Polresta Jogja. Pihaknya juga belum mengetahui motif pelemparan bom molotov itu. Hanya saja, pihak LBH Jogja memang tengah mengadvokasi sejumlah kasus yang ditengarai menjadi penyebab dari pelemparan itu.
"Kami menduga serangan ini terkait dengan pembelaan LBH Jogja terhadap kasus-kasus struktural dan perkara masyarakat miskin lain. Saat ini upaya advokasi perkara tersebut sedang berjalan secara intensif, kami menduga ada oknum yang tidak senang dengan aktivitas bantuan hukum kami yang selama ini aktif mendampingi masyarakat kecil," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.
Mulai Oktober 2026, warga Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI untuk penyaluran bantuan pemerintah.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.