Polda DIY Catat 170 Kecelakaan pada Pekan Pertama Operasi Patuh Progo
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Kasubbid Pencegahan BPBD DIY, Enaryaka memberikan sosialisasi penanggulangan risiko bencana di obyek wisata pada Senin (20/9/2021) di kawasan Puncak Pinus Becici, Muntuk. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY terus melakukan sosialisasi penanggulangan risiko bencana ke berbagai elemen masyarakat. Di Muntuk, Dlingo, BPBD DIY ajak FPRB, pelaku wisata, dan para pemuda memahami penanggulangan risiko di objek wisata.
Bertempat di kawasan objek wisata Puncak Pinus Becici, Kasubbid Pencegahan BPBD DIY, Enaryaka, pada Senin (20/9/2021) menyampaikan beberapa hal yang harus dipahami peserta dalam penanggulangan risiko bencana di wilayah sekitarnya. Pemahaman potensi bencana yang bakal terjadi menjadi penting untuk warga menentukan langkah mitigasi.
"Kita lebih menekankan upaya preventifnya. Jadi di sini kita pencegahan, karena di pra bencana itu ada potensi bencana dan tidak ada potensi bencana. Sehingga kita di sini memang ada beberapa kawasan yang menurut pemetaan masih daerah rawan tanah longsor," ujarnya.
Baca juga: Semua Sekolah Muhammadiyah di Jogja Belum Pembelajaran Tatap Muka
Dalam kesempatan tersebut warga diajak mengenali ciri-ciri longsor yang menjadi salah satu potensi bencana yang ada di Muntuk. Mulai dari rekahan tanah, air tanah yang berwarna keruh, massa tanah yang lebih berat di atas, dan sebagainya.
"Ada beberapa bencana yang memang bisa dikenali tandanya, ada yang tidak bisa diprediksi. Salah satunya tanah longsor di kawasan sini, ini masa-masa transisi dari kemarau ke penghujan, tanah ada retakan," tandasnya.
"Kami juga memahami sependapat dengan relawan di sini. Memang ada masyarakat yang sudah mengenal tanda-tanda alam, kearifan lokal di situ. Kita tingkatkan lagi, sehingga ini lah yang menjadi target kita dalam sosialisasi risiko bencana," imbuhnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto pada Senin (20/9/2021) menuturkan bahwa faktor keselamatan harus diutamakan, apalagi di objek wisata. "Faktor risiko yang ada pasti juga tinggi. Ini juga harus kita informasikan kepada teman-teman Pokdarwis jangan sampai ini jadi malapelataka," tuturnya.
Baca juga: Anies Klaim Dunia Tercengang Melihat Indonesia Lewati Krisis Covid-19
"Sayang kalau kita menginisiasi ini dari nol sampai besar lalu ada kejadian yang berdampak bagi wisatawan itu sendiri kan menjadi hal yang tidak baik. Aspek keselamatan nomor satu bagi pelaku wisata maupun pengunjung," ungkapnya.
Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo, mengatakan bila sosialisasi penanggulangan risiko bencana sangatlah penting. Karena di balik keindahan potensi wisata, ada ancaman risiko bencana.
"Baik itu di pegunungan, perbukitan, maupun di pantai itu sama. Semua ada risiko bencananya. Maka pengetahuan tentang mitigasi bencana itu sangat penting. Tidak hanya bagi pengelola, tetapi juga bagi masyarakat dan wisatawan sangat penting sekali," tandasnya.
Lurah Muntuk, Marsudi, mewakili seluruh warga mengapresiasi atas kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana yang digelar. "Terima kasih atas kedatangan dan kepeduliannya untuk memberikan sosialisasi terhadap warga kami, pengertian tentang bagaimana menanggulangi masalah kebencanaan, tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Brian Uriarte mengunci gelar Rookie Terbaik Moto3 2026 setelah finis ke-14 di Qatar. Veda Ega menempati posisi kedua klasemen rookie.
Inter Milan mengalahkan Como 2-0 lewat gol Pio Esposito dan Marcus Thuram. Nerazzurri kini mengoleksi 28 poin di Liga Italia.
BMKG mengeluarkan peringatan hujan lebat disertai petir di empat kecamatan di DIY pada Senin dini hari, 9 November 2026.
Kelurahan Terban Jogja menggelar penyuluhan KUHP dan KUHAP sekaligus mengenalkan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.