Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kalurahan Grogol, Paliyan dan Getas di Kapanewon Playen harus melaksanakan seleksi tambahan karena bakal calon lurah yang mendaftar lebih dari lima orang. Rencananya tes ini diserahkan sepenuhnya ke pemkab dan dilaksanakan pada 15 Oktober mendatang.
Ketua Panitia Pemilihan Lurah Grogol, Wawan Andriyanto mengatakan, untuk tahapan pemilihan dalam proses verifikasi berkas pendaftara dari bakal calon lurah. Hingga pendaftaran ditutup pada 9 September lalu, total ada enam pendaftar yang berminat dengan menjadi lurah periode 2021-2027.
Dia menjelaskan sesuai dengan tata tertib yang mengacu pada Perda tentang Lurah, maka sebelum penetapan calon diharuskan ada seleksi tambahan. Hal ini diarenakan ada pembatasan calon maksimal lima orang. “Kami ikuti aturan tersebut. Nantinya akan dipilih lima calon terbaik untuk maju dalam pemilihan,” kata Wahyu, Jumat (24/9/2021).
Baca juga: Kemendikbudristek 97,2 Persen Sekolah Tak Punya Kasus Covid-19
Dijelaskannya, untuk seleksi tambahan ada dua tahapan. Pertama, penilaian berdasarkan rekam jejak bakal calon mulai dari usia, tingkat pendidikan dan pengalaman bekerja di pemerintahan. Sedangkan tahap kedua dilakukan tes tertulis.
Meski demikian, sambung dia, untuk seleksi tertulis panitia tidak menangani karena sepenuhnya diserahkan ke Pemkab Gunungkidul. “Kami tidak menangani karena dalam sosialisasi pemilihan lurah, seleksi tambahan dilaksankaan oleh pemkab sehingga akan mengikutinya,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, ada dua kalurahan yang harus melalui tahapan seleksi tambahan dikarenanakan bakal calon yang mendaftar lebih dari lima orang.
Baca juga: Soal 41 Klaster Sekolah di DIY, Begini Klarifikasi Disdikpora
Menurut dia, untuk Kalurahan Getas, panitia sudah memberikan kewenagan kepada pemkab untuk menyelenggarakan tes tertulis. Sedangkan di Kalurahan Grogol belum ada surat resmi terkait dengan permohonan menyelenggarakan tes. “Kami masih menunggu surat resminya. Tapi, yang jelas kami siap memberikan fasilitasi pelaksanaan tes,” katanya.
Farkhan mengakui sudah menyiapkan jadwal untuk tes tambahan dan akan dilaksanakan pada 15 Oktober mendatang. meski demikian, untuk pelaksanaan belum bisa dipastikan apakah dilakukan secara tertulis atau menggunakan aplikasi yang dimiliki pemkab.
“Waktunya sudah dijadwalkan, tapi butuh koordinasi lanjutan guna memastikan pelaksanaan seleksi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.