Tembok SDN Minomartani 2 Roboh, Diduga Berdiri Sejak 1980
Tembok SDN Minomartani 2 roboh dan melukai 10 warga. Polisi menemukan tembok diduga berdiri sejak 1980 tanpa pondasi memadai.
Ilustrasi pemangkasan pohon perindang./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Mulai naiknya intensitas hujan di masa peralihan kemarau ke musim penghujan, Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPDB) Bantul meminta warga waspadai potensi angin kencang. Pada masa peralihan adanya angin kencang menjadi salah satu potensi bencana yang dapat menyebabkan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, pada Sabtu (26/9/2021) mengingatkan kepada warga untuk mewaspadai angin kencang di masa peralihan atau pancaroba kali ini. Dijelaskan Dwi, berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini Bantul memasuki musim pancaroba, pergantian musim antara kemarau ke penghujan.
"Walaupun sudah sehari dua hari hujan, tetapi intensitasnya belum begitu tinggi. Masih hujan awal. Sehingga kalau dikatakan ini apakah sudah masuk musim hujan atau belum, ya sebetulnya baru mulai tahap-tahap awal memasuki musim penghujan," jelasnya.
Baca juga: Dua Hari Jalani Uji Coba Pembukaan, Merapi Park Masih Sepi Pengunjung
Terkait kondisi pancaroba ini, BPBD Bantul mewaspadai terkait potensi angin kencang. "Memasuki musim pancaroba itu angin yang cukup kencang biasanya, ini yang perlu diwaspadai. Tapi kalau hujannya masih tahap awal, intensitasnya belum begitu rutin," terangnya.
Dwi menerangkan potensi bencana angin yang sering terjadi di sekitar lingkungan pemukiman masyarakat. Dalam pertemuan dengan masyarakat maupun anggota FPRB, Dwi tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk melihat situasi kondisi pohon di lingkungannya.
"Apakah masih utuh, kuat atau tidak mana kali nanti terjadi angin kencang. Kalau memang terlalu tebal payungnya [ranting pohon] ya mohon dikurangi, supaya tidak membebani pohon itu. Sehingga potensi kalau terjadi angin kencang pohon itu tetap tegak berdiri tidak roboh," tuturnya.
BPBD Bantul bersama FPRB menurut penuturan Dwi telah melakukan sejumlah pemangkasan ranting dan dahan pohon yang terlalu tebal di sejumlah titik. "Kalau di tengah masyarakat langsung dilakukan oleh masyarakat sendiri. Yang kita dengan FPRB di tempat-tempat yang rawan terutama jalan protokol yang itu menjadi tanggung jawab pemerintah," tandasnya.
Baca juga: PeduliLindungi Mulai Diterapkan di Pasar Tradisional
"Terkait dengan baliho rawan akan kita koordinasikan dengan BKAD maupun Satpol PP. Sehingga nanti ketika dalam pantauan lapangannya baliho yang memungkinkan roboh atau rawan terkena angin ini nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut upaya penanganannya," imbuhnya.
Dari catatan Dwi pada tahun lalu, setidaknya ada ratusan bencana yang disebabkan angin kencang berupa pohon tumbang terjadi di Bantul. Di antaranya terjadi di tengah pemukiman. Kerugian yang disebabkan karenanya dapat berupa materiil, seperti kerusakan kendaraan rumah dan sebagainya.
"Hampir setiap kejadian pada saat musim pancaroba itu ada yang sekali kejadian langsung 25 titik juga ada, ada yang tiga titik, ada yang dua titik. Jadi kalau diakumulasi ya ratusan lebih, bukan puluhan. Intensitasnya berbeda-beda," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tembok SDN Minomartani 2 roboh dan melukai 10 warga. Polisi menemukan tembok diduga berdiri sejak 1980 tanpa pondasi memadai.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.