Libur Panjang Dongkrak Wisata Sleman, Merapi-Prambanan Jadi Primadona
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Ilustrasi pemangkasan pohon perindang./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Mulai naiknya intensitas hujan di masa peralihan kemarau ke musim penghujan, Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPDB) Bantul meminta warga waspadai potensi angin kencang. Pada masa peralihan adanya angin kencang menjadi salah satu potensi bencana yang dapat menyebabkan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, pada Sabtu (26/9/2021) mengingatkan kepada warga untuk mewaspadai angin kencang di masa peralihan atau pancaroba kali ini. Dijelaskan Dwi, berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini Bantul memasuki musim pancaroba, pergantian musim antara kemarau ke penghujan.
"Walaupun sudah sehari dua hari hujan, tetapi intensitasnya belum begitu tinggi. Masih hujan awal. Sehingga kalau dikatakan ini apakah sudah masuk musim hujan atau belum, ya sebetulnya baru mulai tahap-tahap awal memasuki musim penghujan," jelasnya.
Baca juga: Dua Hari Jalani Uji Coba Pembukaan, Merapi Park Masih Sepi Pengunjung
Terkait kondisi pancaroba ini, BPBD Bantul mewaspadai terkait potensi angin kencang. "Memasuki musim pancaroba itu angin yang cukup kencang biasanya, ini yang perlu diwaspadai. Tapi kalau hujannya masih tahap awal, intensitasnya belum begitu rutin," terangnya.
Dwi menerangkan potensi bencana angin yang sering terjadi di sekitar lingkungan pemukiman masyarakat. Dalam pertemuan dengan masyarakat maupun anggota FPRB, Dwi tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk melihat situasi kondisi pohon di lingkungannya.
"Apakah masih utuh, kuat atau tidak mana kali nanti terjadi angin kencang. Kalau memang terlalu tebal payungnya [ranting pohon] ya mohon dikurangi, supaya tidak membebani pohon itu. Sehingga potensi kalau terjadi angin kencang pohon itu tetap tegak berdiri tidak roboh," tuturnya.
BPBD Bantul bersama FPRB menurut penuturan Dwi telah melakukan sejumlah pemangkasan ranting dan dahan pohon yang terlalu tebal di sejumlah titik. "Kalau di tengah masyarakat langsung dilakukan oleh masyarakat sendiri. Yang kita dengan FPRB di tempat-tempat yang rawan terutama jalan protokol yang itu menjadi tanggung jawab pemerintah," tandasnya.
Baca juga: PeduliLindungi Mulai Diterapkan di Pasar Tradisional
"Terkait dengan baliho rawan akan kita koordinasikan dengan BKAD maupun Satpol PP. Sehingga nanti ketika dalam pantauan lapangannya baliho yang memungkinkan roboh atau rawan terkena angin ini nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut upaya penanganannya," imbuhnya.
Dari catatan Dwi pada tahun lalu, setidaknya ada ratusan bencana yang disebabkan angin kencang berupa pohon tumbang terjadi di Bantul. Di antaranya terjadi di tengah pemukiman. Kerugian yang disebabkan karenanya dapat berupa materiil, seperti kerusakan kendaraan rumah dan sebagainya.
"Hampir setiap kejadian pada saat musim pancaroba itu ada yang sekali kejadian langsung 25 titik juga ada, ada yang tiga titik, ada yang dua titik. Jadi kalau diakumulasi ya ratusan lebih, bukan puluhan. Intensitasnya berbeda-beda," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.