Dua Hari Jalani Uji Coba Pembukaan, Merapi Park Masih Sepi Pengunjung

Kondisi Merapi Park hari kedua buka masih relatif sepi, Sabtu (25/9/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
26 September 2021 06:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Merapi Park menjadi salah satu objek wisata yang dibuka dalam tahap kedua, pada Jumat (25/9/2021). Hingga hari kedua pembukaan, tingkat kunjungan terpantau masih rendah, dengan pengunjung yang rata-rata anak muda atau keluarga dari sekitar Jogja.

Manajer Operasional Merapi Park, Ahmad Fatir, menjelaskan kondisi Merapi Park selama dua hari buka masih belum ramai dan jauh lebih rendah jika dibanding kondisi normal. “Ini kan masih uji coba. Anak di bawah 12 tahun dan lansia belum boleh, itu sangat berpengaruh,” ujarnya, Sabtu (25/9/2021).

BACA JUGA : Wisata Ratu Boko dan Merapi Park Segera Dibuka untuk Umum

Padahal segmen pengunjung Merapi Park sebagian besar adalah keluarga dengan anak-anak. Maka dengan aturan terbaru, pengunjung hanya terdiri dari anak muda dan keluarga yang anaknya sudah di atas 12 tahun yang sudah divaksin.

Berdasarkan domisilinya, pengunjung masih didominasi dari Jogja dan paling jauh sekitar Jawa Tengah. Pada kondisi normal, pengunjung Merapi Park bisa datang dari seluruh wilayah di Indonesia khususnya Jawa, Bali dan Sumatera. Namun dengan masih diterapkannya PPKM maka minat pengunjung dari luar daerah pun juga masih minim.

Terkait penggunaan PeduliLindungi, Fatir mengaku sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Baik dari sisi aplikasinya maupun sinyal internet, masih berjalan lancar. Untuk pengunjung yang belum memiliki aplikasi ini juga bisa mengunduh aplikasi di lokasi, dengan arahan dari petugas.

Kemudian untuk penerapan protokol kesehatan, dari mulai pemesanan tiket Merapi Park sudah merekomendasikan pengunjung untuk memesan secara online yang kemudian diikuti dengan pembayaran elektronik. Hal ini sudah berjalan cukup baik sebelum diterapkannya PPKM, dan saat ini akan diteruskan.

“Ketika sudah reservasi, akan keluar kode unik. Untuk pembayaran kami prioritas cashless. Setelah ke sini tinggal menunjukkan kode uniknya. Setelah masuk kami cek suhu tubuhnya dulu, kalau tidak ideal, kami akan meminta menunggu dulu. Ketika masih tinggi kami akan hubungi puskesmas dan rumah sakit yang sudah bekerja sama,” kata dia.

Merpai park juga telah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE), dengan dilengkapi fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan penanda jaga jarak. “Di dalam pengunjung kami pantau agar tidak terjadi kerumunan,” ungkapnya.

GM Ratu Boko, Esti Wijayanti, mengatakan pada hari kedua pembukaan Ratu Boko sudah mulai ada kunjungan, baik dari warga lokal maupun luar daerah. meski demikian ia mengungkapkan masih banyak pengunjung yang belum bisa masuk lantaran tidak memenuhi persyaratan.

BACA JUGA : Wisata di Sleman Mulai Bergeliat 

“Ratu Boko sudah mulai ada kunjungan. Banyak pengunjung yang belum masuk Taman Wisata Ratu Boko karena tidak memenuhi syarat wisata yang ditetapkan pemerintah. kalau penerapan PeduliLindungi sejauh belum ada kendala berarti,” katanya.

Pada Sabtu (25/9) terdapat 182 pengunjung masuk Ratu Boko. Sebanyak tiga motor, 28 mobil dan dua bus yang terdiri dari 162 orang dewasa dan 57 anak-anak ditolak masuk karena tidak memenuhi syarat.