WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi: Petugas pemakaman membawa peti jenazah korban COVID-19 untuk dikuburkan di TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/6/2021). /ANTARA FOTO-Yulius Satria Wijaya
Harianjogja.com, SLEMAN-Selama September, tingkat kematian akibat Covid-19 menurun signifikan. Alumni Gelanggang Mahasiswa UGM yang banyak memproduksi peti jenazah pada Juli lalu, saat ini banyak yang tersisa dan rencananya akan dibagikan gratis.
Juru Bicara Alumni Gelanggang Mahasiswa UGM untuk pengadaan peti jenazah Covid-19, Yudho Herlambang, mengatakan produksi peti jenazah sudah berhenti sekitar sebulan yang lalu. “Sudah berhenti mungkin lebih dari sebulan ini. Sejak penurunan angka Covid-19, kami menghentikan,” katanya, Kamis (30/9/2021).
Alumni Gelanggang Mahasiswa UGM mulai memproduksi peti jenazah pada Juli lalu, ketika kasus Covid-19 di DIY sedang tinggi-tingginya, untuk diberikan kepada rumah sakit. Dari total 500 lebih peti jenazah yang telah diproduksi, saat ini masih tersisa 90 peti jenazah, yang diletakkan di posko Pemadam Kebakaran (Damkar) UGM.
BACA JUGA: Denny Sumargo Laporkan Mantan Manajernya ke Polisi karena Bawa Kabur Rp739 Juta
Meski sudah tidak banyak penyaluran lagi, beberapa permintaan dari warga terkadang masih masuk dan pihaknya pun akan memberikan. Untuk saat ini, tidak terbatas untuk jenazah Covid-19, namun bagi semua masyarakat yang membutuhkan akan diberikan.
Sisa peti jenazah itu dalam waktu dekat juga akan dibagikan ke sejumlah rumah sakit untuk digunakan pada pasien yang meninggal dan membutuhkan peti jenazah. Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permintaan juga masih akan dilayani.
“Sisa peti jenazah akan kami habiskan karena tempat penyimpanan di damkar, itu tempat untuk pelayanan. Terlalu lama peti di situ bisa rusak, kan bisa dipakai untuk yang lain. Kalau kelamaan peti di situ juga kasihan petugas damkarnya,” ungkapnya.
Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto, mengatakan angka kematian akibat Covid-19 pada September menurun signifikan dibanding dua bulan sebelumnya yakni Juli.
Pada Juli angka kematian akibat Covid-19 mencapai lebih dari 1.200 orang, dalam sehari, paling banyak pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19 bisa mencapai 70 orang. “Untuk september yang meninggal di rumah sakit 83, di rumah tujuh. Yang ditangani BPBD untuk pemakaman cuma 16, lainya dari satgas kalurahan,” ujarnya.
Pada Juli lalu BPBD Sleman juga membagikan peti jenazah ke semua kapanewon, dengan jumlah enam sampai tujuh peti jenazah per kapanewon. Saat ini, di setiap kapanewon masih tersisa dua sampai tiga peti jenazah. “Belum tentu yang meninggal di rumah terus minta peti. Biasanya [beli] sendiri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Korban gempa kembar Venezuela mencapai 3.685 orang. Ribuan warga mengungsi, bantuan internasional terus disalurkan.
YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo, mobilnya terbelah dua. Polisi sebut penyebab ban selip.
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 km pada 8 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan tetap waspada.
Indonesia mendorong standar global AI yang fleksibel dan inklusif agar tidak membebani UMKM di negara berkembang.