Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Seorang PNS di Gunungkidul yang diduga mencabuli sejumlah perempuan diketahui sering mengajar agama.
Namun apa yang diajarkan pria penjaga sekolah berinisial GN, 35, itu ternyata bertolak belakang dengan kelakukannya.
Belum lama ini, rumah GN, di Kalurahan Mulo digeruduk warga pada Selasa (5/10/2021) malam. Aksi itu dilakukan karena warga geram dengan kelakukan seorang PNS alias Aparatur Sipil Negara (ASN) ini karena diduga melakukan tindakan asusila kepada sejumlah perempuan.
Lurah Mulo, Sugiyarto mengatakan, peristiwa penggerdukan dilakukan warga pada Selasa malam. Hal ini dilakukan karena warga merasa tercoreng dengan perilaku GN. “Mungkin warga geram sehingga menggeruduk ke rumah ASN yang bekerja sebagai penjaga sekolah,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/6/2021).
BACA JUGA: Disinggung "Orang Dalam" KPK Bekingan Azis Syamsuddin, Dewas:Tak Ada Laporan
Dia mengaku belum bisa memastikan peristiwa yang melatarbelakangi penggerudukan. Meski demikian, ada dugaan GN melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Selain itu, ada juga tindakan asusila kepada dua perempuan yang menjadi korban.
“Beberapa waktu lalu sempat dilakukan mediasi,” katanya.
Pada saat mediasi, sambung Giyarto, terduga pelaku sudah meminta maaf. Pihak korban pun memaafkan, namun demikian pernyataan tersebut tidak menghentikan proses hukum. “Intinya kasus tetap dilanjutkan,” katanya.
Menurut dia, peristiwa pengerudukan tidak sampai menjurus ke aksi anarkisme. Pasalnya, GN langsung diamankan oleh anggota kepolisian. “Untuk kasusnya. Kami belum tahu kelanjutannya seperti apa,” katanya.
Sugiyarto menambahkan, selain bekerja sebagai penjaga sekolah, GN juga sering memberikan pelajaran agama. Adapun modus tindakan asusila dilakukan dengan dalih mengusir makhluk halus di tubuh calon korban.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto saat dikonfirmasi kemarin mengaku belum mendapatkan informasi terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum ASN. Dia mengaku sedang tidak di kantor karena mengikuti kegiatan di Polda DIY. “Saya masih di polda,” kata Suryanto.
Aksi menggeruduk ke rumah GN viral di media sosial. Dalam video berdurasi 35 detik yang beredar di instagram, yang bersangkutan tampak diamankan polisidan dimasukkan ke mobil patroli. Puluhan warga tampak disekitar rumah dan anggota polisi berusaha menenangkan agar tidak terjadi tindakan anarkisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU dengan tersangka Febrie Adriansyah. Enam saksi akan dipanggil ulang.