Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, MLATI-Masyarakat DIY dapat merasakan hari tanpa bayangan matahari pada Rabu (13/10/2021) siang. Fenomena yang kerap disebut ekuinoks atau kulminasi ini terjadi setiap setahun dua kali, yang menyebabkan suhu udara meningkat.
Kepala Stasiun Klimatologi (Satklim) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menjelaskan puncak kulminasi di wilayah DIY akan terjadi pukul 11.24 WIB. “Saat itu bayangan kita terlihat tegak atau bahkan menghilang dari benda yang ada,” ujarnya, Selasa (12/10/2021).
BACA JUGA : Catat! Waktu dan Tempat Terjadinya Fenomena Hari Tanpa
Ia menuturkan fenomena ini disebabkan posisi matahari berada tertinggi di langit dan tegak lurus dari lintang pengamat, sehingga ketika ketika tepat di tengah siang hari, bayangan benda yang tersinari matahari akan seolah menghilang.
“Saaat kulminasi biasanya kita rasakan cuaca cukup terik atau gerah panas. Ini karena memang sinar matahari atau radiasi matahari yang terpancar ke bumi khususnya DIY sangat maksimal sehingga yang kita rasakan udara terasa panas,” ungkapnya.
Meski demikian, pada kejadian kulminasi saat ini, suhu udara dipastikan tidak akan sepanas pada saat kejadian yang sama pada 2019. Menurut catatannya, suhu maksimum pada September dan Oktober tahun ini belum ada yang mencapai di atas 33 derajat celcius. Sedangkan pada 2019 beberapa kali suhunya mencapai 35 derajat.
Di samping itu, kelembapan udara saat ini terpantau 40%-50%. Sedangkan pada 2019 rata-rata 40% atau lebih kecil. Hal ini karena pada September 2021 di beberapa wilayah DIY sudah masuk pancaroba hingga awal Oktober. Kemudian pertengahan hingga akhir Oktober sudah menjelang masuk musim penghujan.
BACA JUGA : Bulan Ini Warga Jogja Bakal Saksikan Hari Tanpa Bayangan
“Sehingga tutupan awan di DIY masih terlihat cukup banyak. Sehingga walaupun radiasi yang terpancar cukup maksimum, tapi suhu udara tidak seterik 2019. Kalau kita lihat 2019 kemaraunya panjang, pada November pun masih jarang hujan,” ungkapnya.
Ekuinoks ini bisa terjadi untuk wilayah DIY sebanyak kali dalam setahun, yakni sekitar Maret-April dan sekitar September-Oktober. Menjelang musim penghujan dan menjelang kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.
Penjualan mobil nasional menembus 850.000 unit pada 2026, didukung pertumbuhan pasar, ekspor, dan kendaraan elektrifikasi.