SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan salah satu atlet PON XX Papua asal DIY terkena penyakit malaria. Atlet tersebut diketahui terkena malaria setelah melalui hasil rapid diagnostic test (RDT) sepulang dari Papua.
“Kemarin ada satu yang positif malaria, dari Bantul,” kata Baskara Aji, di Kompleks Kepatihan, Rabu (13/10/2021). Namun atlet tersebut sudah langsung mendapat penanganan medis dan kondisinya baik-baik saja dan sudah dipulangkan ke rumahnya karena negatif Covid-19.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba Lebih Awal di DIY, Ini Perkiraan BMKG
Baskara Aji menyatakan sejak beberapa tahun lalu sudah tidak ada lagi malaria. Salah satu kabupaten yang masih endemi malaria adalah Kulonprogo. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberantas nyamuk malaria melalui penyemprotan dan sebagainya.
Namun persoalannya Kulonprogo masih berbatasan dengan Purworejo, Jawa Tengah.
Pemda DIY sudah menyiapkan dua selter untuk menampung para atlet dan ofisial sebelum pulang ke rumah masing-masing. Kedua selter tersebut adalah Balai Latihan Kementerian Sosial di Jogja, dan Perumahan ASN Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) Sleman.
Baskara Aji mengatakan semua atlet dan ofisial wajib masuk ke selter untuk menjalani pemeriksaan Covid-19 dan malaria. Jika ada yang positif Covid-19, mereka akan dirujuk ke rumah sakit atau isolasi di selter, namun jika hasilnya negatif, mereka hanya perlu karantina beberapa hari kemudian pulang ke rumahnya masing-masing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Berty Murtiningsih mengatakan secara komulatif ada tujuh kasus malaria di DIY, “Semuanya adalah kasus impor, artinya orang yang datang ke DIY dari daerah malaria,” kata Berty.
Berty mengimbau masyarakat untuk tidak berkunjung ke daerah yang masih tinggi malarianya atau bila datang dari daerah malaria, utamanya di kawasan Indonesia Timur, segera melaporkan diri ke puskesmas. “Istilahnya adalah survailans migrasi,” kata Berty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Penanganan stunting perlu melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kemiskinan, pola asuh, hingga lingkungan. DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong peningkata
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.
Ketua Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyosusanto mengajak warga peduli terhadap keluarga dengan anak stunting dan meningkatkan pemahaman gizi.
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
KPK menangkap 14 orang dalam OTT BNPB, termasuk Sestama Rustian. Penyidik menyita uang sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas.