Jelang Pilur Bantul, Warga Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks di Media Sosial
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Ilustrasi ISPA - FReepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Bantul masih tercatat tinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, jumlah kasus sempat mencapai titik tertinggi pada April sebelum mengalami penurunan pada Juli dan Agustus.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan kasus ISPA pada Januari tercatat sebanyak 11.506 kasus. Jumlah tersebut meningkat pada Februari menjadi 11.824 kasus.
Pada Maret, kasus ISPA turun sedikit menjadi 11.622 kasus. Namun, jumlahnya kembali meningkat pada April hingga mencapai 11.883 kasus, sekaligus menjadi angka tertinggi selama periode Januari hingga Agustus 2026.
Kasus ISPA Bantul menurun sejak Mei
Setelah mencapai angka tertinggi pada April, kasus ISPA di Bantul menunjukkan kecenderungan menurun dalam beberapa bulan berikutnya.
“Mei tercatat 11.147 kasus, Juni 10.466 kasus, Juli 8.382 kasus, dan Agustus 9.465 kasus,” kata Samsu, Rabu (7/10/2026).
Data tersebut menunjukkan jumlah kasus pada Juli menjadi yang terendah selama periode Januari hingga Agustus. Meski kembali meningkat pada Agustus, angkanya masih berada di bawah kasus pada sebagian besar bulan awal tahun.
Dinkes Bantul tetap melakukan berbagai upaya penanggulangan untuk menekan penularan ISPA. Pemantauan kasus dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, disertai penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
Masyarakat juga didorong segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala ISPA, khususnya ketika keluhan tidak kunjung membaik.
Warga diminta jaga daya tahan tubuh
Samsu mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Asupan makanan bergizi dan waktu istirahat yang cukup juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh.
"Masyarakat juga kami minta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat. Kebersihan lingkungan serta sirkulasi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan," katanya.
Masyarakat juga diminta menghindari paparan asap rokok, debu, dan polusi udara. Penggunaan masker dapat dilakukan ketika berada di lingkungan berdebu atau saat kondisi udara kurang baik, terutama pada musim kemarau seperti sekarang.
Samsu meminta masyarakat tidak mengabaikan sejumlah gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, maupun sesak napas.
Apabila gejala semakin berat, masyarakat dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan penambahan kasus sekaligus mencegah penularan ISPA.
Pencegahan terutama penting bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.