Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-Serangkaiam gempa Bumi terjadi di wilayah Salatiga dan Ambarawa, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/10/2021). Meski dipicu oleh aktivitas sesar Merapi-Merbabu, dipastikan kejadian ini tidak berpengaruh pada aktivitas erupsi Gunung Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) , Hanik Humaida, menjelaskan rangkaian gempa ini tidak mempengaruhi erupsi Gunung Merapi. "Sampai saat ini kejadian gempa di Salatiga dan sekitarnya tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi," katanya, Minggu (24/10/2021).
Berdasarkan pantauan BPPTKG, pada Sabtu (23/10/2021), aktivitas Gunung Merapi tidak mengalami perubahan signifikan. Pada periode pengamatan hari itu selama 24 jam, tidak teramati adanya guguran lava pijar maupun awan panas.
Dalam periode pengamatan tersebut hanya terdengar dua kali suara guguran dari Pos Babadan dengan intensitas sedang. Pada kegempaan, terjadi 174 gempa guguran, 16 gempa hembusan, 51 gempa tektonik, enam gempa fase banyak dan satu gempa low frequency.
Demikian pula pada Minggu (24/10/2021) tidak terjadi aktivitas signifikan pada Gunung Merapi. Pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, tidak teramati adanya guguran lava pikar maupun awan panas.
Dalam laporan mingguan, BPPTKG mencatat terjadi dua awan panas dengan jarak luncur maksimal 2,5 km ke arah barat daya dan 60 guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah yang sama. "Dilaporkan terjadi hujan abu tipis di wilayah Kecamatan Selo, Boyolali," katanya.
Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2, tidak teramati adanya perubahan morfologi baik kubah barat daya maupun kubah tengah yang signifikan. Volume kubah lava barat daya sebesar 1,6 juta meter kubik dan kubah tengah sebesar 2,9 juta mater kubik.
BACA JUGA: Haedar Nashir Tegaskan Indonesia Milik Semua, Kritik Siapa?
Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penyidik Satreskrim Polres Bantul menetapkan seorang pria berinisial W, 44, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan.
Pemerintah mendukung transisi telur bebas sangkar, tetapi kesiapan pasokan, harga, distribusi, dan kesadaran konsumen masih menjadi tantangan.
Reza Rahadian mengungkap tiga adegan favorit di film Laut Bercerita, mulai dari penjara hingga tantangan syuting di kedalaman laut.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.