Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Bantul gencar menyosialisasikan kesehatan reproduksi kepada calon pengantin dan remaja usia siap nikah. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan angka balita stunting dan juga membangun keluarga yang harmonis.
Kepala Seksi Advokasi dan Pergerakan Bidang Pengendalian Penduduk DPPKBPMD Bantul Erni Kumarawati mengatakan sosialisasi kesehatan reproduksi dan pengetahuan stunting bagi calon pengantin dan remaja usia siap nikah dilakukan secara bertahap. Setiap pertemuan dibatasi 60 orang untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.
BACA JUGA: 2 Jembatan Dibangun di Maguwoharjo dan Kalitirto, Salah Satunya Jembatan Gantung
“Sosialisasi ini untuk membekali, mempersiapkan diri sebagai calon ayah dan calon ibu dari sisi agama. Kemudian materi kesehatan reproduksi disampaikan dari puskesmas seputar bagaimana menyiapkan organ reporduksi calon ayah dan ibu supaya masing-masing pasangan bisa merencanakan kapan harus hamil, kapan harus menyusui dan bagaimana mengatur jarak kelahiran dan cara merawat bayi agar bebas penyakit termasuk stunting,” kata Erni seusai Sosialisasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi dan Stunting di Pendopo Manggala Parasamya, Kompleks Pemkab II Manding, Rabu (3/11/2021).
Erni mengatakan stunting merupakan persoalan yang harus dipecahkan bersama-sama. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Menurut dia, anak dari keluarga kaya juga bisa mengalami stanting.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bantul, Fauzan, mengatakan angka stunting di Bantul masih cukup tinggi meski ada tren menurun. Dia mencatat angka stunting pada 2018 lalu 4.733 balita atau 9,75% dari total 48.553 balita yang diukur di posyand.
BACA JUGA: Pencuri Motor 2019 Lalu Tertangkap saat Beraksi Kembali
Kemudian pada 2019 sedikit menurun, yakni ada 3.725 balita atau 7,73% dari total 48.181 balita. Kemudian pada 2020 lalu ada 1.816 balita stunting. Jumlah ini sedikit karena balita yang dikur pada tahun tersebut juga hanya 18.638 balita. “Tahun 2020 sedikit bahkan 2021 belum ada data stunting karena adanya pandemi Covid-19 sehingga tidak ada pengukuran,” kata Fauzan.
Menurut Fauzan, penanganan stunting juga dilakukan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul terkait penyediaan protein seperti susu, daging, dan ikan untuk balita. Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul bertanggung jawab menyediakan sanitasi yang bersih dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.