Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Kelurahan Pringgokusuman, Kota Jogja saat melakukan simulasi penanganan bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. /Ist.
Harianjogja.com, UMBULHARJO--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja merintis belasan kampung tanggung bencana (KTB) pada tahun ini sebagai upaya dalam melakukan mitigasi kebencanaan. Ditargetkan sebanyak 169 KTB terbentuk di seluruh kampung di Kota Jogja untuk meminimalisir dampak dari kejadian bencana.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Bayu Wijayanto mengatakan, sebanyak 15 KTB rintisan dibentuk pada tahun ini untuk melengkapi 130 KTB yang sebelumnya telah berdiri. KTB mitigasi itu tersebar di sejumlah kampung di Kota Jogja dan telah pula melaksanakan simulasi kegiatan penanganan kebencanaan.
"Kami fokuskan pada upaya mitigasi bencana gempa bumi. Karena pada jenis kebencanaan lainnya terutama daerah sungai itu memang kita anggap rawan. Sehingga kewaspadaan selalu ada, apalagi di musim penghujan ini," katanya, Senin (8/11/2021).
Bayu menjelaskan, pada sejumlah KTB rintisan itu petugas bersama seluruh pengurus kampung juga telah melakukan pemetaan baik itu jumlah warga, jalur evakuasi, titik kumpul yang representasi maupun penanganan darurat jika bencana sewaktu-waktu terjadi. Upaya ini diharapkan menjadi pedoman dan langkah antisipasi yang optimal terhadap mitigasi bencana.
"Jalur-jalurnya sudah kita buat. Karena pada KTB rintisan ini kan sebelumnya tidak ada. Jadi jumlah warga yang rentan juga sudah kita buat pendataannya," kata Bayu.
Ada sebanyak tujuh pertemuan yang digelar dalam forum pembentukan KTB rintisan. Salah satu forum khusus membahas risiko kebencanaan di tiap wilayah. Dari hasil pemetaan yang muncul, warga kemudian melakukan upaya simulasi awal agar lebih tanggap terhadap kejadian kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat mengungkapkan, masuknya musim penghujan mesti menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat. Sejumlah bencana seperti tanah longsor maupun luapan air mesti diwaspadai terutama bagi warga di bantaran sungai.
"Sudah kita siapkan pemetaannya. Kita juga anggap semua area sungai adalah kawasan rawan, baik dari segi tanah longsor, ancaman terhadap luapan air maupun pohon tumbang," kata Nur.
Dia mengimbau kepada warga untuk melakukan langkah-langkah mitigasi awal semisal mempersiapkan diri dan memantau debit air sungai di masing-masing wilayah. Upaya ini diharapkan bisa memperkecil dampak bencana dari musim penghujan yang belakangan mulai dirasakan di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Iran mengklaim menghancurkan tiga jet F-35 AS di Yordania dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.