Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjojga.com, GUNUNGKIDUL– Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul belum sepenuhnya selesai. Namun demikian, sudah ada rencana perluasan khususnya di ruas dari di Dusun Mendak, Kalurahan Girisekar, Panggang menuju Kalurahan Planjan, Saptosari.
Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan, pembangunan JJLS ruas Mendak dengan Planjan sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Namun demikian, lebarnya baru sekitar 24 meter sehingga dilakukan perluasan agar sama dengan ruas jalan lainnya.
“Kalau tidak salah mencapai 30-35 meter lebarnya sehingga harus ada pembebasan lagi di ruas ini [Girisekar-Planjan]. Rencananya nanti juga ada bundaran untuk putar balik, salah satunya dibangun di pertigaan Dusun Sawah,” kata Sutarpan, Minggu (14/11/2021).
Menurut dia, sudah dilakukan sosialisasi untuk pembebasan. Bahkan lanjut Tarpan, juga sudah dilakukan pematokan titik-titik yang akan dibebaskan sejak tahun lalu. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasi terkait dengan pembebasan tersebut. “Warga banyak yang menunggu kepastian karena menyangkut tanah untuk perluasan tersebut,” katanya.
BACA JUGA: 950 Perenang Berpartisipasi dalam Wali Kota Cup Jogja 2021
Ia pun berharap kepada pemerintah segera memberikan kepastian. Selain itu, dalam prosesnya jangan sampai ada warga yang merasa dirugikan terkait dengan program ini. “Kami siap mendukung dalam pelaksanaan, tapi tidak bleh ada yang dirugikan saat pembebasan dilakukan,” ujar mantan Anggota DPRD Gunungkidul ini.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana membenarkan adanya rencana pembebasan ulang lahan untuk JJLS di ruas Girisekar-Planjan. Meski demikian, sambung dia, pihak dari kabupaten tidak dilibatkan karena pembebasan dilaksanakan oleh Pemerintah DIY. Sedangkan untuk pembangunan ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat.
“Untuk perkembangan pembebasan dalam rangka pelebaran nanti akan saya tanyakan ke teman-teman di provinsi,” katanya.
Menurut Wadiyana, untuk ruas pembangunan JJLS di Gunungkidul sudah dikerjakan semuanya. Sebagai contoh, untuk ruas Girisekar-Girimulyo di Kapanewon Panggang sudah selesai dibangun. Sedangkan tiga ruas , Baran-Jerukwudel, Jerukwudel-Tepus dan Tepus-Planjan masih dalam proses pembangunan.
“Ya kalau ini selesai semua maka JJLS di Gunungkidul akan sepenuhnya tersambung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.