Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjojga.com, GUNUNGKIDUL– Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul belum sepenuhnya selesai. Namun demikian, sudah ada rencana perluasan khususnya di ruas dari di Dusun Mendak, Kalurahan Girisekar, Panggang menuju Kalurahan Planjan, Saptosari.
Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan, pembangunan JJLS ruas Mendak dengan Planjan sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Namun demikian, lebarnya baru sekitar 24 meter sehingga dilakukan perluasan agar sama dengan ruas jalan lainnya.
“Kalau tidak salah mencapai 30-35 meter lebarnya sehingga harus ada pembebasan lagi di ruas ini [Girisekar-Planjan]. Rencananya nanti juga ada bundaran untuk putar balik, salah satunya dibangun di pertigaan Dusun Sawah,” kata Sutarpan, Minggu (14/11/2021).
Menurut dia, sudah dilakukan sosialisasi untuk pembebasan. Bahkan lanjut Tarpan, juga sudah dilakukan pematokan titik-titik yang akan dibebaskan sejak tahun lalu. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasi terkait dengan pembebasan tersebut. “Warga banyak yang menunggu kepastian karena menyangkut tanah untuk perluasan tersebut,” katanya.
BACA JUGA: 950 Perenang Berpartisipasi dalam Wali Kota Cup Jogja 2021
Ia pun berharap kepada pemerintah segera memberikan kepastian. Selain itu, dalam prosesnya jangan sampai ada warga yang merasa dirugikan terkait dengan program ini. “Kami siap mendukung dalam pelaksanaan, tapi tidak bleh ada yang dirugikan saat pembebasan dilakukan,” ujar mantan Anggota DPRD Gunungkidul ini.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana membenarkan adanya rencana pembebasan ulang lahan untuk JJLS di ruas Girisekar-Planjan. Meski demikian, sambung dia, pihak dari kabupaten tidak dilibatkan karena pembebasan dilaksanakan oleh Pemerintah DIY. Sedangkan untuk pembangunan ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat.
“Untuk perkembangan pembebasan dalam rangka pelebaran nanti akan saya tanyakan ke teman-teman di provinsi,” katanya.
Menurut Wadiyana, untuk ruas pembangunan JJLS di Gunungkidul sudah dikerjakan semuanya. Sebagai contoh, untuk ruas Girisekar-Girimulyo di Kapanewon Panggang sudah selesai dibangun. Sedangkan tiga ruas , Baran-Jerukwudel, Jerukwudel-Tepus dan Tepus-Planjan masih dalam proses pembangunan.
“Ya kalau ini selesai semua maka JJLS di Gunungkidul akan sepenuhnya tersambung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.