3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah SMP dan SD, Dinas Pendidikan (Disdik) memberikan izin pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi sebanyak 52 TK di Sleman. Sama halnya dengan SMP dan SD, rekemendasi PTM untuk TK juga dilakukan secara bertahap.
Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana mengatakan perbedaan PTM di TK hanya pada durasi pembelajaran yang maksimal digelar selama satu jam. Kondisi ini berbeda dengan kegiatan PTM untuk jenjang SD dan SMP yang mana maksimal digelar dua jam.
"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah TK, jangan sampai terjadi," katanya, Minggu (14/11/2021).
BACA JUGA : Sleman Buka Serentak PTM SMP Negeri & Swasta, SD Kapan?
Sebelum memberikan rekomendasi bagi 52 TK untuk melaksanakan PTM secara terbatas, lanjut Ery, pengawas sudah lebih dulu melakukan verifikasi kesiapan sekolah. Baik dari aspek kelengkapan protokol kesehatan maupun kesiapan sekolah melaksanakan PTM secara terbatas.
"PTM Terbatas untuk TK dimulai pada pekan ini. Pengawas sudah melakukan verifikasi di lapangan terkait rencana pelaksanaannya di masing-masing TK," kata Ery.
Disdik, lanjut Ery, juga akan terus melakukan evaluasi kegiatan PTM. Tidak hanya di jenjang SMP dan SD, evaluasi pelaksanaan PTM juga dilakukan untuk jenjang TK. "Jika hasil evaluasi baik maka jumlahnya akan terus kami tambah. Bagaimanapun, anak-anak ini perlu bertemu gurunya," ujarnya.
Disinggung soal PTM untuk jenjang SD, Ery mengakatan pelaksanaan PTM untuk SD sudah digelar di hampir semua sekolah. Dari 551 SD, katanya, sebanyak 472 sekolah atau 90% sudah melaksanakan PTM. Adapub untuk SMP dari 119 sekolah seluruhnya sudah menggelar PTM terbatas atau 100%. "SD yang belum menggelar PTM akan dibuka pekan ini juga," kata Ery.
BACA JUGA : PTM Diklaim Lancar, Disdikpora Terus Tambah Pembukaan
Untuk mencegah penularan Covid-19, kata Ery, Disdik sudah mengagendakan kegiatan tes swab acak di sekolah-sekolah. Pelaksanaannya akan digelar setiap Kamis dengan sasaran sekolah yang berbeda-beda. "Dari 17 kapanewon sudah kami gelar tes swab secara acak ini. Nanti tetap dilanjutkan ke sekolah lain secara bergilir," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan swab acak dilakukan bagi guru dan siswa dilakukan secara rundom. "Idealnya yang diuji swab minimal 5% dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan PTM," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Gunung Merapi kembali meluncurkan APG sejauh 2 km ke barat daya. Merapi masih Level III Siaga, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.