PTM Diklaim Lancar, Disdikpora Terus Tambah Pembukaan Sekolah di DIY

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
17 Oktober 2021 18:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) mengklaim pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar SMA dan SMK serta Sekolah Luar Biasa (SLB) yang digelar hampir empat pekan ini berjalan lancar.

“Yang pasti sampai sekarang untuk jenjang SMA dan SMK tidak ada masalah artinya semua sekolah berjalan dengan biak, dalam artian baik itu tidak terjadi muncul klaster baru penularan Covid-19 di sekolah,” kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, saat dihubungi Minggu (17/10/2021).

Didik menilai semua sekolah sudah menyelenggarakan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat. Karena dinilai lancar pihaknya pun terus menambah sekolah yang menggelar PTM, bahkan hampir semua sekolah SMA, SMK ditambah dengan SLB sudah menggelar PTM terbatas.

Meski lancar dan tidak ditemukan klaster sekolah, Didik tetap meminta sekolah untuk menggelar PTM terbatas, artinya tidak seperti dalam kondisi normal. Maksimal jam belajar adalah tiga jam dan pembatasan siswa yang masuk maksimal 50% dari total kapasitas dan bergantian antara yang masuk pagi dan masuk siang, setelah itu siswa diharapkan langsung dijemput orang tuanya untuk pulang supaya tidak ada kerumunan di sekolah.

Khusus untuk SLB maksimal dalam satu kelas adalah lima orang sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri dan SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Didik memastikan semua sekolah yang menggelar PTM adalah sekolah yang sudah menjalani vaksinasi minimal 80% untuk pelajar.

BACA JUGA: Menkopolhukam Mahfud: Kesuksesan PON XX Bukti Papua Dukung NKRI

Dalam SE Gubernur DIY Nomor 420/19096 yang ditandatangani pada 15 September 2021 menyebutkan bahwa penerapan uji percontohan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan pada beberapa satuan pendidikan yang dianggap siap memenuhi kriteria untuk pencegahan Covid-19, khususnya satuan pendidikan yang warga sekolahnya sudah divaksin mencapai 80% dari jumlah keseluruhan.

Selain itu satuan pendidikan harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk penerapan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, “Sejauh ini sekolah masih disiplin prokes. Kita ada tambahan terus yang menggelar PTM, SMK SMK sudah semuanya sudah tatap muka, termasuk SLB yang sudah siap. Konteks siap itu Satgasnya sudah ada, kesiapan prokes sudah siap mereka sudah bisa buka,” tandas Didik.

Lebih lanjut Didik mengatakan selain PTM, sekolah juga tetap harus mempertahankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk siswa yang belum mendapat izin dari orang tua, atau siswa yang dalam kondisi kurang sehat. “Kita ini masih dalam PPKM level 3 jadi PTM adalah pelengkap PJJ, bukan sebaliknya,” ucap Didik.

Dia mengimbau masing-masing sekolah jangan kendor dan tetap memantau penerapan prokes, baik bagi siswa maupun gurunya. Sekolah kemudian juga selalu memperhatikan kondisi setiap hari apakah ada yang sakit ada yang kurang enak badan dianjurkan belajar dari rumah dan difasilitasi sekolah untuk menggelar PJJ.

Sekretaris Komisi D DPRD DIY yang membidangi pendidikan, Sofyan Setyo Darmawan mengapresiasi kelancaran sekolah selama PTM digelar. Namun dia mengingatkan agar sekolah, Disdikpora, serta orang tua tetap harus mempertahankan protokol kesehatan. Sebab saat ini masih dalam kondisi pandemi dan belum ada perkiraan kapan pandemi Covid-19 berakhir. Jadi, dia meminta semua pihak tidak lengah.

Terlebih saat ini juga tengah terjadi musim pancaroba, “Yang namanya menjaga kesehatan harus menjadi kewajiban bersama. Perhatian kita terhadap perserta didik pada anak-anak, siswa-siswa kita ini harus terus selalu dikuatkan. Perhatian guru pada siswanya, perhatian orang tua pada putra-putri tak boleh kendor, jangan sampai seperti anak ayam kehilangan induknya,” kata Sofyan.