Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Lurah terpilih, Sugengno (kiri) berjabat tangan dengan lurah terdahulu, Jaka Susanta saat Serah Terima Jabatan Lurah Sendangadi, Kapanewon Mlati, yang digelar, Senin (15/11/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah resmi dilantik oleh Bupati Sleman, Lurah terpilih Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sugengno, melaksanakan Serah Terima Jabatan Lurah Sendangadi di Pendopo Kantor Kalurahan Sendangadi, Senin (15/11/2021).
Lurah Sendangadi terpilih, Sugengno menuturkan selama proses pemilihan lurah warga memiliki banyak perbedaan pilihan, pandangan dan penilaian. “Itu wajar, semua itu dinamika di tengah kehidupan berdemokrasi. Saya mengajak semua warga mengesampingkan perbedaan dan bersatu kembali membangun Sendangadi,” ujarnya.
Sugengno juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama memajukan Sendangadi, termasuk memberi kritik dan saran. Dalam menjalankan pemerintahan di kalurahan seluas 536 hektare dengan 21.000 penduduk ini, Sugengno meminta kontribusi semua pihak agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
“Saya mengajak semua pamong untuk mengedepankan pelayanan optimal untuk percepatan pembangunan sesuai keinginan masyarakat dalam musyawarah. Saya mohon doa restu dan dukungan semua pihak semoga amanat ini dapat dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Rangkul Semua Warga
Panewu Mlati, Arifin M. Laws mengatakan setelah pelantikan, Sugengno perlu segera mengonsolidasikan seluruh jajaran dan berkomunikasi dengan stakeholder agar pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan dapat berjalan lancar. “Semua warga harus dirangkul, diajak memajukan kalurahan,” katanya.
Terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Pemerintahan Kalurahan Sendangadi ke depan. Pertama, dalam penanganan Covid-19 saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Sendangadi telah mencapai 80% untuk dosis pertama dan 70% dosis kedua. Diharapkan semua masyarakat segera didorong untuk mengikuti vaksinasi agar segera tercipta herd immunity.
Masih berkaitan dengan pandemi, Sendangadi harus bersama menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi. “Saya harap pemberdayaan ekonomi berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kedua, yakni DIY saat ini telah memasuki musim hujan, yang diperkuat dengan terjadinya La Nina. Maka, Kalurahan Sendangadi harus menyiapkan antisipasi dan mitigasi pengurangan potensi bencana seperti pohon tumbang, angin kencang dan tanah longsor.
Arifin berpesan ke depan masyarakat menghendaki tidak hanya clean government dan good government, tetapi juga open government, yakni pemerintahan yang lebih terbuka, yakni pemerintahan yang mampu mengomunikasikan berbagai kebijakan kepada masyarakat dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.