Rupiah Kembali Tertekan Dibuka Melemah ke Rp18.115 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp18.115 per dolar AS pada Selasa 14 Juli 2026. Konflik AS-Iran dan penguatan dolar masih menjadi tekanan utama bagi mata uang Garuda.
Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA - Rencana pemerintah merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Malioboro ke eks gedung Bioskop Indra, Januari 2022 mendatang, membuat para pedagang syok. Sebab, kabar tersebut datang secara mendadak.
Wakil Ketua Paguyuban Handayani, Sukino,50, mengatakan mendengar kabar relokasi, Kamis (25/11/2021) melalui sambungan telepon. Karena mendadak, pihaknya menyatakan keberatan dengan rencana relokasi tersebut. Sebab, belum ada sosialisasi.
"Waktu itu saya diundang hanya lewat telepon, Kamis kemarin. Mungkin menurut pemerintah itu sosialisasi. Kan, itu mendadak sekali," kata Sukino, Senin (29/11/2021).
Lebih lanjut Sukino mengaku datang dalam acara sosialisasi tersebut. Di sana, dirinya mendapat pemberitahuan jika ia dan pedagang lainnya di sisi barat dan timur akan direlokasi. Sebagian pedagang akan dipindahkan ke selter di dekat Hotel Grand Ina dan sebagian lainnya langsung menempati lokasi baru di eks gedung Bioskop Indra.
BACA JUGA: 26 Siswa di Kota Jogja Positif Covid-19, Wawali: Tidak Ada Klaster
"Untuk kuliner di eks Bioskop Indra. Tapi nanti jika eks bioskop Indra sudah siap, yang ada di seter dekat Hotel Grand Ina akan digabung di eks Bioskop Indra," jelasnya.
Sukino yang mulai berjualan sejak 1995 ini menilai kebijakan relokasi PKL justru akan membuat Malioboro sepi. Sebab, selama ini Malioboro ramai karena keberadaan PKL.
Selain itu, ia bersama dengan 59 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Handayani khawatir di lokasi baru akan kesulitan dalam mencari pelanggan. Ditambah lagi saat ini pedagang baru saja akan bangkit karena terdampak Covid-19. Padahal, seharusnya pemerintah memberdayakan keberadaan pedagang.
"Lokasi di eks bioskop Indra itu kan lokasinya agak masuk ke dalam. Aksesnya juga kurang. Kemarin ada satu dua pedagang cek, katanya tempatnya sepi," paparnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, tujuan relokasi adalah untuk penataan sumbu filosofis. Selain itu, relokasi juga untuk memberikan kepastian kepada pedagang.
"Jika diberikan tempat permanen kan menjamin keberdayaanya," katanya.
Aji menambahkan, jika program relokasi adalah program yang disiapkan oleh Pemda DIY dan Pemkot Jogja. Eks bioskop Indra akan digunakan untuk relokasi PKL di sisi selatan.
"Ssmentara yang lainnya disiapkan di eks Dinas Pariwisata. Ini disiapkan Pemda DIY dan Pemkot Jogja," imbuhnya.
Oleh karena itu, Aji mengimbau kepada pedagang untuk mengikuti program relokasi. Karena, program tersebut untuk kebaikan pedagang.
"Tujuannya kan untuk memberikan kepastian untuk berusaha," tandas Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah dibuka melemah ke Rp18.115 per dolar AS pada Selasa 14 Juli 2026. Konflik AS-Iran dan penguatan dolar masih menjadi tekanan utama bagi mata uang Garuda.
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.
DKPP Bantul mengandalkan lebih dari 4.000 pompa irigasi dan tambahan 160 unit pompa untuk menjaga pasokan air sawah selama musim kemarau 2026.
LPSK menolak permohonan justice collaborator Sony Sonjaya karena dinilai tidak memenuhi syarat, termasuk diduga sebagai pelaku utama kasus MBG.
Efisiensi anggaran membuat pendampingan IKM Kulonprogo turun drastis pada 2026. DisperinkopUKM kini mencari dukungan pembiayaan di luar APBD.
Investor mulai menggarap bioskop di Wates dengan memanfaatkan eks Bioskop Mandala. Proses perizinan berjalan dan operasional ditargetkan akhir 2026.