Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menemui warga Bong Suwung seusai beraudiensi dengan perwakilan PT KAI di Gedung DPRD DIY, Rabu (4/9/2024). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan warga Bong Suwung kembali mendatangi DPRD DIY, Rabu (4/9/2024). Kali ini mereka ditemui Ketua DPRD DIY, Nuryadi dan perwakilan PT KAI Daop 6. Dalam pertemuan ini belum diputuskan waktu pengosongan Bong Suwung.
Manajer Humas Daop 6, Krisbiyantoro, menjelaskan dalam mediasi hari ini warga Bong Suwung masih menuntut ditundanya pengosongan wilayah. Meski demikian, jajarannya belum bisa memberi jawaban konkret karena keputusannya ada di PT KAI Pusat.
“Kami menunggu rapat lanjutan dari PT KAI. Secara tahapan untuk upaya penertiban dalam penataan emplasemen, menurut kami semua sudah sesuai tahapan sosialisasi. Nantinya ada tahapan berikutnya,” ujarnya.
Wilayah dengan total luas sekitar 2.330 meter persegi di sisi kanan dan kiri rel Stasiun Tugu Jogja, menurutnya, masuk dalam kawasan emplasemen yang merupakan bagian dari stasiun. “Di wilayah itu ada persinyalan, sehingga harus steril. Dampaknya pertama terkait dengan keselamatan perjalanan kereta api. Sesuai aturan emplasemen harus steril,” katanya.
Ia mengungkapkan, sosialisasi dengan warga sudah dilakukan dua kali sekitar Juli 2024. Dalam sosialisasi tersebut warga belum sepakat dan minta penundaan. Adapun permintaan untuk pengosongan kawasan sudah disampaikan sejak 2021.
BACA JUGA: Meski Sudah Diresmikan, Pedagang Belum Bisa Tempati Pasar Godean
“Usulan penertiban sudah kami sampaikan sejak Desember 2021. Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Jogja waktu itu sebagai pemangku wilayah. Rencana pengosongan sudah berjalan tiga tahun. Kalau dari segi waktu, itu sudah cukup,” katanya.
Pendamping warga, Chang Wendryanto, menuturkan warga hanya minta bisa beraktivitas karena keterbatasan ekonomi yang ada. Terkait dengan berapa lama waktu yang diminta, Chang meminta ada negosiasi antara warga Bong Suwung dengan PT KAI. “Warga belum bisa mencari nafkah di luar. Karena kerjanya di situ [Bong Suwung], itu lahan kerja mereka,” ujarnya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, mengatakan warga Bong Suwung sudah paham kalau lahan tersebut secara hukum milik PT KAI. “Mereka hanya minta waktu pengosongan mundur,” ujarnya.
Sebelum adanya keputusan bersama antara warga dan PT KAI, ia memastikan tidak ada tindakan apapun di Bong Suwung. “Yang penting sebelum ada rapat keputusan, enggak ada action apapun, termasuk penggusuran,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.