26 Siswa di Kota Jogja Positif Covid-19, Wawali: Tidak Ada Klaster

Ilustrasi. - Freepik
29 November 2021 14:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO -- Kasus positif peserta didik yang menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Jogja berjumlah 26 anak. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya tujuh peserta didik pada Jumat (26/11/2021).

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan penyebaran 26 kasus tersebut tidak sampai di sepuluh sekolah. Namun semuanya tersebar di tingkat SD, SMP, dan SMA. Kasus terbanyak di satu sekolah berjumlah enam peserta didik, namun berada di kelas yang berbeda.

BACA JUGA : Update 3 November 2021: Covid-19 di Jogja Melonjak Lagi 

Temuan ini berasal dari skrining acak yang dilakukan Pemerintah Kota Jogja pada 17 sekolah dengan jumlah 2.079 peserta didik.

"Dari tracing kontak erat, baik satu kelas maupun orang tua, hasilnya negatif semua. Tidak didapatkan sebaran positif menular di kelas maupun keluarganya. Artinya tidak ada klaster," kata Heroe, Senin (29/11).

Terkait dengan asal muasal sebaran kasus, Heroe belum bisa mengidentifikasinya. Seluruh kasus tergolong tanpa gejala. "Pertanyaanya, apakah ini namanya herd immunity? Saat masyarakat tidak butuh bantuan kesehatan meski saat dites positif? Atau herd immunity saat tidak ada sebaran lagi? Makanya saya berharap teman-teman ahli, untuk bisa mengkaji masa-masa kita saat ini," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

Sejauh ini belum ada rencana menghentikan PTM. Heroe mengatakan perlu tahu terlebih dahulu akar masalahnya. Tidak bisa ambil kebijakan tanpa tahu apa yang menjadi dasar masalahnya. "Di kota saat ada kasus muncul, kelas itu langsung kami hentikan, kelas lain masih jalan," kata Heroe.

BACA JUGA : Corona di Jogja Hari Ini Meroket Lagi, Tertinggi se-Indonesia

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Jogja, Budi Santoso Asrori, kelas yang terdapat kasus positif akan dihentikan PTM-nya sementara. Hal ini untuk kepentingan tracing. "Kami hentikan selama lima hari," kata Budi.

Setelah peserta didik yang positif sudah negatif, maka dia bisa kembali mengikuti PTM.