99 Bakal Calon Ikuti Pilur Gunungkidul, 3 Kalurahan Seleksi Tambahan
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan. Pnanggulangan terus dilakukan, salah satunya meminta masyarakat yang mengetahui potensi kekerasan untuk berani berbicara guna mengungkap penyimpangan ini.
“Saya berikan apresiasi kepada ibu korban yang berani bicara terkait dengan kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan berasrama berbasis agama hingga kasus ini terungkap dan viral,” katanya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Ansorullah di Kalurahan Logandeng, Playen, Senin (20/12/2021).
Menurut dia, kedatangan ke Gunungkidul bukan semata-mata karena munculnya kasus kekerasan seksual di pondok pesantren. Pasalnya, upaya ini sudah dilakukan sejak lama dalam upaya pencegahan kekerasan anak di lingkungan pendidikan berasrama.
“Tapi memang butuh penegasan lagi agar monitoring dan evaluasi terus dilakukan agar fungsi lembaga pendidikan dapat memberikan tempat aman dan nyaman bagi anak-anak dalam mengenyam pendidikan serta bebas dari kekerasan dan eksploitasi,” katanya.
BACA JUGA: Maling Korupsi Proyek Tanah PNL Ditangkap di Bantul
Menteri menambahkan, kasus kekerasan seksual di lingkup ponpes yang baru saja terungkap hanya bagian kecil. Hal ini dikarenakan masih banyak lembaga pendidikan yang baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berkaitan dengan pendidikan dari anak-anak.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ke Gunungkidul. Ia pun menyatakan komitmnnya untuk membantu Pemerintah Pusat dalam upaya pencegahan terhadap kekerasan anak di lingkungan sekolah berasrama.
“Kami pilih ponpes ini [Ansorullah] juga sebagai upaya membuktikan bahwa kasus kekerasan di lingkup ponpes tidak ada,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ansorullah, Ahmad Fauzan. Menurut dia, upaya mengurangi risiko kekerasan pada anak dilakuan dengan mengurangi jarak maupun sekat dengan para santri.
Salah satunya, pemanggilan kepada para guru bukan dengan sebutan ustaz, tapi dengan panggilan abi. Menurut dia, Abi merupakan Bahasa Arab yang memiliki arti bapak atau ayah sehingga lebih ada kedekatan.
“Saya tidak mau ada jarak jadi tidak memakai kata ustaz karena santri memanggil dengan sebutan abi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.