AirNav Perpanjang Penutupan 3 Bandara Terdampak Letusan Anak Krakatau
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY akan mengkaji dan mengantisipasi melubernya arus lalu lintas dari exit tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen maupun Jogja-YIA yang berada di wilayah ini. Sejumlah perencanaan disiapkan untuk membangun pusat park and ride hingga rest area agar kendaraan terutama bus wisata tidak masuk ke Kota Jogja.
Park and ride yang dimaksud yakni dengan menyediakan lahan parkir di lokasi strategis, kemudian pengguna parkir bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan dengan transportasi lain.
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono menjelaskan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Jogja saat ini sudah tidak seimbang dengan badan jalan. Apalagi jika nanti tol yang melintasi di DIY sudah beroperasi, keberadaan exit tol akan menjadi pintu yang berpotensi kian banyak luberan arus masuk ke DIY.
Sehingga diperlukan suatu titik penghubung antara satu tempat ke tempat lain. Sehingga rencana perparkiran agar kendaraan besar tidak masuk kota menjadi bagian tak terpisahkan dari sejumlah kajian yang sedang dilakukan untuk mengantisipasi tol Jogja.
"Karena begitu bus masuk kota sudah pasti langsung macet, karena panjang badan dan lebar badan bus sudah makan badan jalan [tidak seimbang]. Jogja ini dulunya memang didesain bukan menjadi kota besar, sehingga kondisi jalan seperti saat ini," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (20/1/2022).
BACA JUGA: Parkir Nuthuk di Jogja Rp350.000, Wakil Wali Kota Angkat Bicara
Beny mengatakan saat ini Pemda DIY berproses untuk melakukan kajian terhadap persoalan tersebut. Harapannya dari hasil kajian itu kemudian bisa menjadi dasar untuk membangun suatu hub (pusat) sementara untuk penampungan sebelum arus lalu lintas masuk ke Kota Jogja. Namun bentuknya belum dapat ditentukan, bisa rest area maupun park and ride atau yang lain.
Titik-titik ini nantinya dibangun pada aset lahan milik Pemda DIY. Terutama yang berada di luar ring satu Kota Jogja untuk menampung kendaraan terutama bus. Beny mengakui lahan eks Kampus Stikers menjadi salah satu kandidat yang ke depan bisa dimanfaatkan.
"Kami sedang melakukan kajian, perkembangan fungsi lahan saat ini sangat cepat bergeser. [Eks] Lahan Stiker sendiri seiring berkembangnya waktu, saat ini sudah bukan menjadi pinggiran lagi. Seperti ini menjadi pertimbangan, jangan-jangan di titik itu semakin ramai dan justru menambah kemacetan misalnya," ujar mantan Paniradya Pati ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.