Profil Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Kariernya, Wafat di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Warga melintas di kawasan Tepus Gunungkidul yang masih dalam proses pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS), Desember 2021./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menganggarkan dana sekitar Rp30 miliar dari Dana Keistimewaan untuk perluasan pembebasan lahan Kelok 18 yang akan dibangun di Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS perbatasan Gunungkidul dan Bantul.
Lahan untuk JJLS ini diperluas karena dengan desain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus menghindari titik tanah debris yang dikhawatirkan mudah runtuh.
BACA JUGA: Punya Panjang 5 Km, Wisata Alam Kelok 18 di Gunungkidul Bantul Habiskan Rp250 Miliar
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri, mengatakan sesuai dengan desain dari Kementerian PUPR, pembangunan Kelok 18 yang berada di Kretek (Bantul) dan Girijati (Gunungkidul) butuh perluasan lahan. Pemda DIY kembali menganggarkan untuk pembebasan lahan pada 2022 ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY. Perluasan lahan ini demi keamanan pembangunan.
“Desain [dari] Pusat memerlukan lahan tambahan, jadi kami yang diminta untuk menambah lahan karena ada tanah debris, tanahnya itu cenderung mudah runtuh cukup membahayakan, jadi harus digeser atau ditambah lebarnya,” katanya, akhir pekan lalu.
Debris adalah titik tanah mengandung tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi.
“Berdasarkan hasil hasil survei ulang, ternyata di situ ditemukan tanah debris yang mudah runtuh, untuk konstruksinya diperlukan lahan lagi,” ujarnya.
Dia mengatakan anggaran yang disiapkan untuk perluasan pembebasan lahan Kelok 18 di 2022 sekitar Rp30 miliar. Lahan yang dibebaskan terdiri atas 54 bidang dengan luas total sekitar tiga hektare. “Pakai Danais perkiraan sekitar Rp30 miliar.”
BACA JUGA: JJLS di Gunungkidul Terancam Tidak Tersambung Gara-gara Tanah 600 Meter Ini
Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) DIY, Muhammad Shidiq Hidayat, menyatakan jika sudah final, desain Kelok 18 di JJLS Gunungkidul Bantul diberikan kepada Satker PJN sebagai salah satu persiapan menuju pembangunan fisik.
“Sebenarnya target mulai dibangun tahun ini, tetapi saya belum bisa pastikan karena belum melihat anggaran dan desain seperti apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.