Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyiapkan opsi penyekatan jika kasus Covid-19 di DIY terus merangkak naik. Pilihan itu ditempuh guna mengurangi mobilitas masyarakat.
Sultan mengatakan kenaikan kasus Covid-19 terjadi hampir di semua daerah seperti Jawa Timur dan lainnya. Satu-satunya cara untuk menekan kasus tersebut adalah dengan mengurangi mobilitas. Selain itu upaya lain yang harus terus digerakkan adalah mematuhi protokol kesehatan.
“Semuanya naik otomatis ikut naik, Jakarta Surabaya naik semua. Mau apa. Ya satu satunya cara mengurangi mobilitas masyarakat di luar harus menggunakan prokes sama masker itu jadi prinsip yang harus dilakukan,” katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat (18/2/2022).
HB X menambahkan, jika ingin mengurangi adalah dengan melakukan penyekatan di jalan, karena tidak ada pilihan lain jika kasus Covid-19 ingin segera turun. Oleh karena itu jika opsi penyekatan itu dipilih maka sebaiknya masyarakat jangan mengeluh.
Baca juga: Muncul Klaster Pesantren di Bantul
“Tidak ada pilihan, jadi nanti kalau [penyekatan] itu kita lakukan ya, masyarakat jangan mengeluh, ya kan. Karena dengan sekatan-sekatan yang ada itu harapannya mengurangi mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sultan berdasarkan rapat evaluasi dengan Pemerintah Pusat pada Kamis (18/2/20220) DIY memiliki kecenderungan akan terus meningkat. Berbeda dengan DKI Jakarta yang saat ini sudah mulai menurun.
“Karena dari kecenderungan zoom [rapat dengan pusat] kemarin bahwa kita [DIY] akan tetap naik belum waktunya peak [belum sampai puncaknya], sedangkan yang lain seperti Jakarta sudah turun, kita masih [baru akan naik,” katanya.
Ditanya perihal pemberlakuan pembatasan tersebut, HB X menggarisbawahi penyekatan dilakukan jika kasus Covid-19 terus melonjak. “Ya nanti kalau memang tetep naik terus, ya saya sekat, tidak ada pilihan, untuk menekan mobilitas masyarakat,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.