Gempur Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul Ratusan Ribu Batang Diamankan
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan Gunungkidul selama dua hari terakhir mencatatkan kematian akibat virus Corona. Total angka kematian mencapai 1.038 orang sejak pandemi ini muncul di 2020 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Jumat (18/2/2022) ada tambahan sebanyak 116 kasus baru Covid-19. Total hingga sekarang ada 18.552 warga yang terinfeksi.
Adapun yang dinyatakan sembuh sebanyak 17.014 orang dan menjalani perawatan sebanyak 500 orang. Sedangkan yang meninggal dunia karena corona ada 1.038 kasus.
“Selain tambahan kasus baru, juga ada satu pasien yang meninggal dunia karena corona,” kata Dewi, Jumat siang.
Ia mengungkapkan, dalam dua hari terakhir terdapat pasien positif yang meninggal dunia. Kedua warga ini berstatus lansia dan belum menjalani vaksinasi corona.
“Untuk kasus hari ini [kemarin] juga ada komorbid dan belum bisa divaksin karena penyakit yang diderita,” ungkapnya.
Meski ada penambahan kasus yang signifikan, Dewi memastikan ketersediaan kamar tidur perawatan masih mencukupi. Pasalnya, dari 82 unit yang tersedia, baru terpakai 17 tempat tidur.
“Warga positif kebanyakan menjalani isolasi mandiri. Warga yang dirawat di rumah sakit merupakan pasien yang bergejala berat,” katanya.
Disinggung mengenai pemantauan warga yang menjalani isolasi mandiri, Dewi mengakui pemantauan dilakukan secara terus menerus. Selain melakukan kunjungan ke rumah, pemantauan juga dilaksanakan melalui sistem daring.
“Untuk penggunaan ruang isolasi terpadu masih dalam pembahasan,” katanya.
BACA JUGA: Warga Jogja Mungkin Tak Banyak Tahu, Ini Arti dan Sejarah Nama Jalan Malioboro
Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Asisten Pemeritahan dan Kesejahteraan, Setda Gunungkidul, Azis Saleh mengatakan, upaya penanggulangan penularan virus corona, salah satunya dilakukan dengan menyediakan shelter untuk karantina bagi pasien positif. Tempat isolasi terpadu ini pernah digunakan di 2021 yang meliputi lokasi di 18 kapanewon dan empat di rumah sakit.
“Rencananya akan kami tambah dengan memanfaatkan Puskesmas Bedoyo sehingga ada 23 shelter untuk karantina,” kata Azis, Selasa (15/2/2022).
Dia menjelaskan, meski memiliki kapasitas yang berbeda-beda, total dari berbagai tempat ini mampu menampung sebanyak 341 orang. Meski demikian, jumlah tersebut masih bisa ditambah. Sebagai contoh untuk Puskesmas Bedoyo dapat dimaksimalkan sehingga mampu menampung lebih banyak lagi.
“Saat ini di Puskesmas Bedoyo kapasitasnya 20 tempat tidur, tapi bisa dimaksimalkan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.