Advertisement

6 Pasien Covid-19 di DIY Meninggal saat Isoman  

Sunartono
Jum'at, 18 Februari 2022 - 19:07 WIB
Bhekti Suryani
6 Pasien Covid-19 di DIY Meninggal saat Isoman    Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak enam pasien Covid-19 di DIY meninggal saat menjalani isolasi mandiri (Isoman). Pemda DIY akan memaksimalkan pemantauan dan pendampingan bagi warga yang menjalani isoman.

Kepala Pelaksanaan BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan selama Februari 2022 ini jawatannya mencatat ada 26 warga yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 di berbagai wilayah di DIY. Mereka terdiri atas terkonfirmasi positif Covid-19, suspek hingga kategori infeksius. Dari jumlah itu ada enam yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri. Adapun enam warga tersebut antara lain dua warga Gunungkidul berusia 54 tahun dan 92 tahun. Kemuain warga Kota Jogja sebanyak dua warga berusia 60 tahun dan 64 tahun. Kemudian warga Kulonprogo berusia 91 tahun dan 72 tahun.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Jerinx SID Dituntut Dua Tahun Penjara dan Denda Rp50 Juta

Oleh karena itu, ia sudah berkoordinasi dengan Dinkes DIY serta kabupaten dan kota untuk melakukan pemantauan secara intens terhadap warga yang Isoman. “Dari Dinkes akan mengkonsolidasikan jajarannya supaya pemantauan dan pendampingan terhadap isoman lebih insentif karena memang dalam banyak hal, awal isoman ringan tapi di tengah isoman ternyata kondisinya meningkat [berat[. Ini kemudian yang membuat beberapa kasus fatalisme sampai meninggal dunia,” katanya, Jumat (18/2/2022).

Biwara menyatakan memantau kondisi pasien saat Isoman menjadi kunci untuk mencegah fatalitas yang berdampak pada kematian. Sehingga ke depan akan terus dimaksimalkan untuk pencegahan. Selain itu, warga yang Isoman dengan kondisi rumah tidak memenuhi syarat akan direkomendasikan untuk menjalani isolasi di Isoter. Selain itu memaksimalkan perlindungan kepada lansia yang punya komorbid. 

“Isoter sudah banyak di kabupaten kota beberapa isoter masih kosong artinya untuk menghindari klaster keluarga, terjadinya peningkatan keparahan maka pemantauan dan kami minta yang tidak memenuhi syarat pindah ke Isoter,” ujarnya.

 Ia mengatakan secara detail jumlah total warga DIY yang menjalani Isoman memang belum terpantau. Akantetapi berdasarkan data kasus, ada sekitar 4.600 warga terkonfirmasi positif yang posisinya tidak berada di rumah sakit maupun Isoter. “Artinya 4.600 ini harus diperhatikan oleh satgas desa dan satgas pedukuhan juga puskesmas terutama untuk memantau warga yang kondisi bisa meningkat keparahannya,” ucapnya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Digadang-gadang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Reaksi Erick Thohir

News
| Senin, 05 Desember 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement