Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Masyarakat biasa menggoreng kerupuk menggunakan minyak atau deep fat frying. Cara pengolahan seperti ini memiliki beberapa kelemahan, seperti terserapnya minyak ke dalam bahan yang dapat menyebabkan mutu kerupuk menjadi menurun.
Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung minyak akan mengakibatkan penyakit kolesterol, jantung koroner, dan penyakit berbahaya lainnya. Bahkan bagi penjual, kerupuk yang digoreng dengan menggunakan minyak menyebabkan waktu cukup lama untuk meniriskan hingga makin terkontaminasi dengan udara.
Berangkat dari keresahan ini, sekelompok mahasiswa UNY membuat terobosan dengan alat penggorengan kerupuk rendah kandungan minyak yang dinamai Health Fryer, untuk meningkatkan kualitas kerupuk. Mereka adalah Novita Wulandari prodi Pendidikan Fisika, Retno Widyastuti prodi Fisika dan Reza Akhmad Mulyono prodi Teknik Manufaktur.
BACA JUGA: 6 Pasien Covid-19 di DIY Meninggal saat Isoman
Novita Wulandari menjelaskan health fryer ini menggunakan sumber panas dari gas elpiji. “Alatnya seperti oven tapi di bagian paling bawah terdapat tempat minyak, namun dalam menggoreng kerupuknya itu tidak langsung dengan minyak,” ujarnya, Jumat (18/2/2022).
Health Fryer terdiri dari empat rak. Rak paling bawah merupakan tempat minyak dan tiga rak di atasnya adalah tempat menggoreng kerupuk. Metode penggorengannya menggunakan uap minyak panas yang berada di rak paling bawah.
Ukuran alat ini panjang 55 cm, lebar 48 cm dan tinggi 62 cm. Retno Widyastuti menambahkan alat ini dibuat dari bahan plat galvanis dan dilengkapi termometer sebagai pengukur suhu. “Kami bekerjasama dengan UMKM Kerupuk Sumber Barokah di Kebumen sebagai mitra” katanya.
Produksi kerupuk di daerah Kebumen tergolong masih sedikit karena kebanyakan para pedagang hanya membeli kerupuk mentah yang siap untuk dipasarkan. Hal tersebut merupakan peluang besar untuk usaha ini dalam memasarkan produk. Proses produksi yang dilakukan oleh mitra yaitu penggorengan sampai pemasaran.
Karya ini berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek. Hal ini juga merupakan salah satu upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan pada bidang pendidikan bermutu dan kemitraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.