APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi raperda/Dok.
Harianjogja.com, SLEMAN—DPRD Sleman membentuk empat panitia khusus (pansus) untuk membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) yang akan disahkan tahun ini. Terdapat 13 raperda yang ditetapkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) DPRD Sleman 2022.
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta menjelaskan keempat pansus yang dibentuk sesuai dengan SK No.3/2022 tentang Pembentukan Panitia Khusus I, II, III, IV DPRD Sleman. Keempat pansus yang dibentuk terkait dengan pembahas Raperda Pemberdayaan Desa Wisata, Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif, Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi, dan Raperda tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Hotel di Sudut Malioboro Ini Pernah Disinggahi Charlie Chaplin dan Jadi Kantor Jenderal Sudirman
"Raperda ini atas inisiatif Dewan. Ada 13 raperda yang dibahas selama 2022 ini," kata Haris saat ditemui, Senin (21/2/2022).
Dia menjelaskan keempat pansus tersebut sudah bekerja. Mereka bertugas menyusun rencana kerja pembahasan raperda, melaksanakan pembahasan raperda, mengevaluasi pelaksanaan pembahasan raperda, termasuk membahas raperda dengan dinas dan kelompok masyarakat. Setelah itu, pansus melaporkan hasilnya kepada pimpinan Dewan dalam rapat paripurna.
"Hasil kerja pansus dilaporkan dalam rapat paripurna DPRD sebelum dibubarkan setelah tugasnya dinyatakan selesai," katanya.
Pembahasan keempat raperda tersebut penting. Misalnya terkait dengan pemberdayaan desa wisata. Menurutnya, keberadaan desa wisata perlu diperkuat agar bisa lebih berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Haris juga menyoroti perlindungan dan pemberdayaan koperasi di Sleman, terutama untuk mengangkat perekonomian pelaku UMKM.
BACA JUGA: Ini Tahap Pembebasan Lahan Tol Jogja Solo yang Lewati Ring Road, Dimulai dari Barat
"Pembinaan harus dilakukan oleh dinas terkait. Haparan kami koperasi dan UMKM bisa lebih diberdayakan lagi," kata Haris.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Haris Martapa mengatakan pada 2021 pendampingan modal UKM terjadi peningkatan dan wirausaha baru terealisasi 80%. Untuk program 2022, jajarannya akan menyusun roadmap perkembangan UKM dan beberapa hal yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan, di antaranya penyesuaian regulasi, pengembangan satu data UMKM, pengembangan Sleman Mart dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Instagram resmi Persiba Bantul diretas dan mengunggah promo emas serta ponsel murah. Suporter diminta tidak mengklik tautan yang dibagikan.
Rekomendasi pemberhentian Dukuh Banyon di Bantul ditargetkan terbit pekan depan usai proses klarifikasi dugaan pungli dan penggelapan sertifikat.
Harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai menguat seiring Program MBG kembali berjalan. Permintaan meningkat dan harga berangsur mendekati HAP.
Kadin mencatat Piala Dunia 2026 memicu perputaran ekonomi Rp5,03 triliun, mendorong UMKM, Horeka, hingga belanja elektronik masyarakat.
Pelabuhan Patimban resmi melayani peti kemas internasional perdana yang diharapkan memperkuat logistik, perdagangan, dan investasi Indonesia.