Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil (tengah) di Balai Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sabtu (29/1/2022). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, WONOSARI – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gunungkidul tahun ini menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 4.000 bidang tanah. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan jumlah yang digarap di 2021 sebanyak 56.000 bidang.
Kepala BPN Gunungkidul, Ahmad Suroyo mengatakan, program PTLS di tahun ini sudah dimulai kembali. Meski demikian, jumlah yang digarap mengalami penurunan yang signifikan ketimbang program sama di 2021.
“Tahun lalu mencapai 56.000 bidang, tapi sekarang hanya mencapai 4.000 bidang,” kata Yoyok, sapaan akrabnya, Minggu (6/3/2022).
Dia mengaku tidak tahu menahu berkaitan dengan penurunan target PTSL di Gunungkidul. Pasalnya, kuota disesuaikan dengan keputusan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
“Yang kami tahu kuota untuk Gunungkidul turun dan kebijakan ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.
Adanya penurunan kuota PTSL berdampak terhadap pelaksanaan di kalurahan-kalurahan di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan sasaran bidang tahan untuk disertifikasi hanya dilakukan di tiga kalurahan meliputi Ngalang di Kapanewon Gedangsari; Giring di Kapanewon Paliyan serta di Kalurahan Logandeng, Playen.
Yoyok mengakui, jumlah kalurahan yang melaksanakan program PTSL ikut berkurang karena tahun lalu dilaksanakan di 33 kalurahan. Sesuai dengan petunjuk teknis dari kementerian, pelaksanaan ada kriteria harus lengkap sehingga hasil kajian hanya bisa dilakukan di tiga kalurahan.
“Ya kalau belum lengkap, maka tidak bisa mengikuti PTSL. Tahun ini hanya terlaksana di Ngalang, Logandeng dan Giring,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
BPPTKG mencatat 47 guguran lava dan ratusan gempa Gunung Merapi sepekan. Status tetap Siaga, warga diminta waspada lahar dan APG.
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pasokan energi ke pasar global.
Pertamina mengungkap harga Pertamax berpotensi tembus Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tak turun ke US$60-US$70.
Banyumas mengusulkan Rp7 miliar untuk memperbaiki lintasan Stadion Satria dengan material tartan demi mendukung pembinaan atlet.
Basarnas mengerahkan helikopter untuk mencari Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Sebanyak 103 penumpang telah dievakuasi.