Wujudkan Transformasi Layanan, Pegadaian Borong 10 Penghargaan di TBCCI 2026
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Jumakir./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL--Besarnya anggaran yang dikelola kalurahan, baik Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemkab Bantul memicu kerawanan pelanggaran hukum baik secara sengaja maupun tidak.
Itulah sebabnya, Pemkab melalui Inspektorat Daerah perlu melakukan pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran hukum dalam proses perencanaan, penganggaran, maupun pelaksanaan pembangunannya.
Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Jumakir mengatakan saat ini komisinya bersama Inspektorat rutin mengawasi dan memberikan bimbingan ke kalurahan-kalurahan agar tidak ada temuan hukum atau pelanggaran yang terjadi dalam proses pembangunan di kalurahan.
“Kami melihat selama ini Inspektorat Daerah sebagai bentengnya Pemkab Bantul sebelum instansi hukum masuk. Kami harap Inspektorat bisa mendampingi perencanaan, penganggaran, dan eksekusi pembangunannya biar sama sama lebih aman. Pengelolaan dana kalurahan yang lebih akuntabel dan transparan,” ujar Jumakir, Rabu (9/3/2022).
Jumakir mengatakan pengawasan dan pendampingan pemerintah kalurahan rutin dilakukan dengan menyasar semua kalurahan tahun ini. Namun sementara ini dalam APBD Murni 2022 pengawasan baru menyasar 30 kalurahan. Pengawasan akan diusulkan kembali pada APBD perubahan tahun ini sehingga semua kalurahan mendapatkan pengawasan.
Menurut dia pengawasan Inspektorat Daerah kepada kalurahan penting dilakukan karena tidak semua lurah atau pamong kalurahan paham terkait aspek hukum dalam proses penganggaran, perencanaan, maupun proses eksekusi pembangunannya.
Bahkan dia menemukan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pun belum semuanya memahami.
“Dengan adanya pengawasan ini harapannya tidak ada lagi kasus korupsi di kalurahan, apalagi kasus korupsi yang tidak disengaja akibat ketidaktahuan lurah atau pamong kalurahan,” ujarnya.
Itulah sebabnya, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini merasa penting pengawasan kalurahan yang dilakukan Inspektorat Daerah.
Jumakir menyatakan pengawasan yang dilakukan Inspektorat Daerah dan Komisi A berbeda dengan penyuluhan hukum yang sudah dilakukan oleh Kejaksaaan Negeri Bantul maupun Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) yang merupakan gabungan dari berbagai instansi. “Pengawasan Inspektorat Daerah ini lebih pada antisipasi terjadinya kasus hukum di kalurahan,” ucapnya.
Sosialisasi Perda
Selain melakukan pengawasan, Komisi A saat ini tengah menyosialisasikan Perda Bagian Hukum Sekretariat Daerah Bantul. Salah satunya adalah Perda tentang Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin.
Jumakir mengatakan meski Perda tersebut sudah disahkan sejak 2019 lalu, tetapi belum semua masyarakat bisa mengaksesnya. Padahal Pemkab Bantul sudah menunjuk enam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang akan membantu masyarakat miskin jika berhadapan dengan hukum.
“Kami berharap masyarakat yang kurang mampu jika berhadapan dengan hukum bisa mengakses layanan bantuan hukum tersebut,” ucap dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.