Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi tikus penyebab leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat enam kasus leptospirosis pada tiga bulan pertama 2022. Dua orang meninggal dunia karena terpapar bakteri leptospirosa.
BACA JUGA: Depan Balai Yasa Jogja Disebut Angker. Versi Warganet, Horornya Karena Ini..
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Abdul Azis mengatakan jawatannya terus melakukan sosialisasi tentang bahaya penyakit yang umumnya disebabkan kencing tikus.
Dia mengatakan kasus paling banyak terjadi di Januari dengan empat warga terjangkit. Pada Februari dan Maret masing-masing terdapat satu kasus.
“Kasus terakhir terjadi di wilayah Kapanewon Nglipar. Pasien terus diawasi karena sedang menjalani perawatan dan cuci darah,” katanya, Kamis (24/3/2022).
Azis mengatakan dua warga meninggal dunia karena leptospirosis. Dia pun meminta kepada masyarakat, khususnya yang bekerja di sektor pertanian, lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sawah.
“Segera periksa apabila merasa demam, badan pegal-pegal di persendian. Apalgi memilik luka terbuka di bagian luar sehingga harus diperiksa untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Menurut dia, upaya pencegahan penyebaran penyakit leptospirosis dapat dilakukan dengan sejumlah cara. Pertama, menutup rapat tempat makan dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat mencuci. Langkah kedua, selalu mewaspadai daerah yang banyak tikus. Salah satunya di area persawahan.
Pada saat beraktivitas (khususnya petani) diminta menggunakan alas kaki maupun sarung tangan. “Kalau kasusnya terus naik turun. Tapi, paling banyak di 2017 lalu ada 64 kasus dan 16 orang meninggal dunia karena leptospirosis,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan ancaman leptospriosis muncul di sektor pertanian. Hal ini tidak lepas dari keberadaan tikus-tikus di sawah dan ladang.
BACA JUGA: Tuntut Perubahan Tarif, Ribuan Ojol Konvoi di Jogja
Ia pun berharap kepada para petani selalu waspada dan berhati-hati.
“Berbagai upaya terus kami lakukan karena hama tikus juga bisa menganggu produktivitas pertanian di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.