Santri Pesantren Baitussalam Belajar Jurnalistik di Harian Jogja
. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari dunia jurnalistik sekaligus mengetahui perkembangan industri media di era digital.
Ilustrasi penangkapan pelaku tawuran di Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Bantul menilai kasus tawuran yang terjadi di simpang tiga Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul perlu didalami lebih jauh lagi.
Pendalaman perlu dilakukan khususnya terkait dengan kabar adanya satu anak yang terluka parah hingga tak sadarkan diri saat kejadian.
"Ada salah satu orang yang akhirnya terluka parah hingga tidak sadarkan diri saat kejadian. Nah, satu orang yang luka itu perlu didalami lagi apakah karena kecelakaan atau karena dianiaya," kata Ketua Satgas PPA Bantul, Muhamad Zainul Zain, melalui sambungan telepon, Rabu (6/4/2022).
Pasalnya, kata dia, menurut keterangan para saksi, anak itu terluka karena terjatuh setelah sepeda motonya bersenggolan dengan sepeda motor lain. “Jadi, kalau ada yang sampai tidak sadarkan diri, menurut saksi karena kecelakaan, itu tidak ada kaitannya dengan tawuran,” ucap Zainul.
Selain itu, Zainul juga mengatakan bahwa perang sarung kedua kelompok tersebut sudah yang kali kedua terjadi. Sebelumnya, aksi itu dilakukan pada Sabtu (2/4/2022) malam WIB.
Saat perang sarung yang pertama jumlahnya sedikit dan sarung hanya dibundeli tanpa diisi batu. Namun untuk kejadian kedua tanpa ada koordinasi banyak teman-teman dari dua kelompok yang ikut sehingga ada beberapa yang mengisi sarungnya dengan batu kerikil.
Kedua kelompok, kata dia, tidak ada yang membawa senjata tajam karena memang sudah sepakat untuk perang sarung, “Semoga tidak diarahkan ke klithih. Ini kenakalan remaja yang perlu dibina,” katanya.
Sebelumnya, Polres Bantul telah mengamankan dua kelompok remaja yang terlibat tawuran di simpang tiga Jodog. Kelompok remaja yang diamankan, satu berjumlah 20 orang dan satu lagi berjumlah delapan orang.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait peran masing-masing karena diduga ada unsur penganiayaan yang membuat satu korban terluka. “Masih kami dalami peran masing-masing, siapa yang menganiaya. Karena ini baru kami amankan,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari dunia jurnalistik sekaligus mengetahui perkembangan industri media di era digital.
John Herdman: "Dewa sepakbola tak berpihak" usai Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 ditahan 1-1 Singapura. Fokus kini ke FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai tu
Aturan baru bandara Thailand: petugas bisa buka koper penumpang tanpa pemilik mulai 16 Oktober 2026. Proses transparan dengan rekaman video, hanya untuk koper m
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu 8 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram turun Rp31.000 menjadi Rp2,756 juta.
Pelatih Singapura Gavin Lee bangga timnya menahan Indonesia 1-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Ia memuji mental pemain yang tetap fokus di tengah tekana
Jadwal SEA V Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia hadapi Thailand hari ini pukul 16.30 WIB. Usai kalahkan Vietnam 3-2, skuad Merah Putih incar kemenangan kedua