Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi penangkapan pelaku tawuran di Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Bantul menilai kasus tawuran yang terjadi di simpang tiga Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul perlu didalami lebih jauh lagi.
Pendalaman perlu dilakukan khususnya terkait dengan kabar adanya satu anak yang terluka parah hingga tak sadarkan diri saat kejadian.
"Ada salah satu orang yang akhirnya terluka parah hingga tidak sadarkan diri saat kejadian. Nah, satu orang yang luka itu perlu didalami lagi apakah karena kecelakaan atau karena dianiaya," kata Ketua Satgas PPA Bantul, Muhamad Zainul Zain, melalui sambungan telepon, Rabu (6/4/2022).
Pasalnya, kata dia, menurut keterangan para saksi, anak itu terluka karena terjatuh setelah sepeda motonya bersenggolan dengan sepeda motor lain. “Jadi, kalau ada yang sampai tidak sadarkan diri, menurut saksi karena kecelakaan, itu tidak ada kaitannya dengan tawuran,” ucap Zainul.
Selain itu, Zainul juga mengatakan bahwa perang sarung kedua kelompok tersebut sudah yang kali kedua terjadi. Sebelumnya, aksi itu dilakukan pada Sabtu (2/4/2022) malam WIB.
Saat perang sarung yang pertama jumlahnya sedikit dan sarung hanya dibundeli tanpa diisi batu. Namun untuk kejadian kedua tanpa ada koordinasi banyak teman-teman dari dua kelompok yang ikut sehingga ada beberapa yang mengisi sarungnya dengan batu kerikil.
Kedua kelompok, kata dia, tidak ada yang membawa senjata tajam karena memang sudah sepakat untuk perang sarung, “Semoga tidak diarahkan ke klithih. Ini kenakalan remaja yang perlu dibina,” katanya.
Sebelumnya, Polres Bantul telah mengamankan dua kelompok remaja yang terlibat tawuran di simpang tiga Jodog. Kelompok remaja yang diamankan, satu berjumlah 20 orang dan satu lagi berjumlah delapan orang.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait peran masing-masing karena diduga ada unsur penganiayaan yang membuat satu korban terluka. “Masih kami dalami peran masing-masing, siapa yang menganiaya. Karena ini baru kami amankan,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.