20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kunjungannya ke rumah Butet Kertaradjasa pada Rabu (6/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam kunjungannya ke Jogja memberikan saran untuk mengatasi kekerasan jalanan atau lazim disebut sebagai klithih.
BACA JUGA: Jogja Betah Berada di Trending Topic Twitter Pasca Kasus Klithih
Ridwan Kamil belajar dari pengalamannya mengatasi geng motor yang ada di Bandung maupun Jawa Barat.
Dalam kunjungannya ke rumah Butet Kertaradjasa di Kasihan, Bantul, Rabu (6/4/2022), Ridwan Kamil menceritakan beberapa cara yang ia gunakan dalam mengatasi geng motor di Jawa Barat, salah satunya merangkul para geng. Para pimpinan dari kelompok tersebut dipanggil dan dirangkul lantas dapat disalurkan ke KNPI.
“Merangkul mereka [geng],” kata Ridwan Kamil.
Langkah yang kemudian dilakukan untuk mengatasi persoalan ini yakni mengadakan bootcamp. “Semuanya, tokoh-tokohnya dilatih oleh militer, diapakan-diapakan, akhirnya ada wawasan kebangsaan, wawasan ketertiban dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Ridwan Kamil, perlu sebuah program pelatihan seperti bootcamp untuk mereka. “Direkrut, dilatih oleh institusi negara begitu. Pulang-pulang mungkin pemikirannya bisa lebih baik. Menurut saya bisa [diterapkan secara nasional]. Orang Indonesia pada dasarnya kadang-kadang butuh dirangkul saja. Jangan selalu kayak bola bekel gitu ya, makin dipantul, pantulannya makin keras, kalau dipelanin, kalau dirangkul, saya punya optimisme,” ujarnya.
Ridwan Kamil menyebut bila anak muda perlu dibikin sibuk dengan hal-hal yang positif.
“Bahasa gampangnya gini kalau dari saya, anak muda itu dibikin sibuk gitu aja. Tapi sibuk yang positif sehingga enggak ada waktu untuk mikir yang macam-macam,” ujar dia.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Istilah Klithih, JCW: Penanganan & Pencegahan Harusnya Jadi Perhatian
Seniman Jogja, Butet Kertaradjasa, berpendapat klithih juga dapat diatasi dengan pendekatan budaya. Butet menilai tempat bertumbuhnya komunitas seni yang difasilitasi melalui Dana Keistimewaan harus diperbanyak.
Butet mencontohkan dirinya yang sejak muda telah mengenal dunia seni. “Kayak saya ini, remaja sudah berkesenian. Menyelematkan hidup saya karena jalan kebudayaan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Menkeu Purbaya menegaskan setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo melalui kajian fiskal. Defisit APBN dijaga di bawah 3 persen PDB.
Delapan biksu tewas setelah ditabrak mobil bak terbuka yang dikemudikan bocah berusia 11 tahun di Provinsi Mukdahan, Thailand.
Korban gempa Venezuela terus bertambah. Sebanyak 12.400 orang terluka, 2.295 meninggal, sementara tiga WNI dipastikan selamat.
Program Makan Bergizi Gratis di DIY telah menjangkau 888.963 penerima hingga Mei 2026 dengan realisasi anggaran mencapai Rp835,55 miliar.
Swiss memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Aljazair 2-0 lewat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye.