Starting XI Final Championship PSS vs Garudayaksa: Riko-Andik Starter
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kunjungannya ke rumah Butet Kertaradjasa pada Rabu (6/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam kunjungannya ke Jogja memberikan saran untuk mengatasi kekerasan jalanan atau lazim disebut sebagai klithih.
BACA JUGA: Jogja Betah Berada di Trending Topic Twitter Pasca Kasus Klithih
Ridwan Kamil belajar dari pengalamannya mengatasi geng motor yang ada di Bandung maupun Jawa Barat.
Dalam kunjungannya ke rumah Butet Kertaradjasa di Kasihan, Bantul, Rabu (6/4/2022), Ridwan Kamil menceritakan beberapa cara yang ia gunakan dalam mengatasi geng motor di Jawa Barat, salah satunya merangkul para geng. Para pimpinan dari kelompok tersebut dipanggil dan dirangkul lantas dapat disalurkan ke KNPI.
“Merangkul mereka [geng],” kata Ridwan Kamil.
Langkah yang kemudian dilakukan untuk mengatasi persoalan ini yakni mengadakan bootcamp. “Semuanya, tokoh-tokohnya dilatih oleh militer, diapakan-diapakan, akhirnya ada wawasan kebangsaan, wawasan ketertiban dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Ridwan Kamil, perlu sebuah program pelatihan seperti bootcamp untuk mereka. “Direkrut, dilatih oleh institusi negara begitu. Pulang-pulang mungkin pemikirannya bisa lebih baik. Menurut saya bisa [diterapkan secara nasional]. Orang Indonesia pada dasarnya kadang-kadang butuh dirangkul saja. Jangan selalu kayak bola bekel gitu ya, makin dipantul, pantulannya makin keras, kalau dipelanin, kalau dirangkul, saya punya optimisme,” ujarnya.
Ridwan Kamil menyebut bila anak muda perlu dibikin sibuk dengan hal-hal yang positif.
“Bahasa gampangnya gini kalau dari saya, anak muda itu dibikin sibuk gitu aja. Tapi sibuk yang positif sehingga enggak ada waktu untuk mikir yang macam-macam,” ujar dia.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Istilah Klithih, JCW: Penanganan & Pencegahan Harusnya Jadi Perhatian
Seniman Jogja, Butet Kertaradjasa, berpendapat klithih juga dapat diatasi dengan pendekatan budaya. Butet menilai tempat bertumbuhnya komunitas seni yang difasilitasi melalui Dana Keistimewaan harus diperbanyak.
Butet mencontohkan dirinya yang sejak muda telah mengenal dunia seni. “Kayak saya ini, remaja sudah berkesenian. Menyelematkan hidup saya karena jalan kebudayaan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.