Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Lima tersangka kasus kejahatan jalanan saat jumpa prs di Mapolda DIY Senin (11/04/2022). Aksi para tersangka menewaskan seorang remaja di Jalan Gedongkuning, Kota Jogja pada Minggu (3/4/2022) dini hari lalu.-Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Aksi kekerasan jalanan atau klithih yang kembali marak akhir-akhir ini menuai keprihatinan masyarakat.
Sebagai bentuk upaya penanggulangan aksi klithih, pemuda Padukuhan Santren, Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman mencetuskan gerakan sosial menolak aksi kekerasan jalanan dengan membentuk paguyuban "Gejayan Dadi Siji".
Pengagas gerakan sosial Tolak Aksi Kekerasan Jalanan ini sekaligus Ketua Karangtaruna Padukuhan Santren, Calvin Bagus Pratama mengatakan Gejayan Dadi Siji dibentuk untuk menciptakan tempat dan aktivitas positif yang asik sesuai karakter kalangan milenial atau generasi muda saat ini. Gerakan tersebut diawali deklarasi atau pernyataan bersama pemuda di kampungnya untuk menolak aksi kekerasan jalanan.
"Kemudian gerakan ini akan kami perluas dengan menyasar anak-anak muda, khususnya kalangan remaja usia sekolah di sekitar kampung," katanya, Jumat (15/4/2022).
Calvin menjelaskan, hampir setiap sekolah tingkat SMA, bahkan SMP biasanya ada semacam geng. Antar geng tersebut kerap berseteru dan membuat keributan di jalanan, termasuk klithih. "Kami mencoba mengalihkan mereka dari asik berkeliaran di jalanan, menjadi asik kongkow di satu titik tempat untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, tapi tidak merugikan masyarakat. Yang penting melokalisir atau menyempitkan ruang gerak dulu agar lebih mudah diawasi," ujarnya.
Selain kalangan pemuda dan pelajar di lingkungan Padukuhan, gerakan sosial tolak aksi kekerasan jalanan juga menyasar komunitas hobi. Ada yang hobi game, musik, olah raga, motor, penggemar burung dan sebagainya. Kampanye tersebut digencarkan juga melalui sosial media, terutama group-group komunitas hobi. Konten yang diunggah juga dengan cara-cara milenial, seperti meme dengan seruan "Jogja Adem Ayem Harga Mati", "Daripada Nglitih Mending Ngopi" dan sebagainya.
Selain itu, komunitas ini juga mengunggah informasi-informasi event hobi, atau melempar wacana menggelar event komunitas, meski dalam skala kecil. Hal itu untuk lebih menyibukkan anak-anak muda ke hal-hal positif. "Jadi edukasi yang kami lakukan dengan cara yang asik. Anak-anak perlu di beri ruang yang lebih mengasyikkan tapi tidak membahayakan masyarakat. Kalau caranya kaku atau bahkan dengan keras juga, malah kontraproduktif," ujar Calvin.
BACA JUGA: Warung Jamu Cekok, Tempat yang Paling Ditakuti Anak-Anak Jawa
Untuk menanggulangi aksi kekerasan jalanan, katanya, perlu peran aktif anak-anak muda karena banyak kasus klithih pelakunya masih berusia remaja. "Gerakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dari para remaja yang tadinya asik di jalanan bisa terinspirasi, kami bawa menjadi asik di ruang-ruang kreatif yang tidak merugikan masyarakat," katanya.
Salah seorang tokoh masyarakat Gejayan, Eko Hapriyanto sekaligus pembina Paguyuban Gejayan Dadi Siji mengatakan gerakan sosial yang digagas anak-anak muda ini mendapatkan dukungan dari masyarakat. Ia berharap upaya kreatif dan asyik yang dilakukan paguyuban Gejayan Dadi Siji akan menginspirasi pemuda pemuda lain di DIY dan nasional.
"Harapannya gerakan tolak aksi kekerasan jalanan yang dilakukan paguyuban gejayan dadi siji ini akan ditiru kelompok kelompok pemuda lain di seluruh Jogja. Sehingga jogja addm ayem dan aman nyaman terjaga" kata Eko. (Abdul Hamid Razak)
Paguyuban "Gejayan Dadi Siji" menjadi wadah kalangan muda untuk menciptakan tempat dan aktivitas positif yang asik sesuai karakter kalangan milenial untuk menolak aksi kekerasan jalanan dengan cara asik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.