Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Jamu cekok masih dianggap manjur bagi masyarakat Jawa khususnya Jogja untuk mengobati anak-anak yang susah makan. Namun bagi anak-anak, warung jamu cekok dianggap sebagai tempat yang paling menakutkan.
Bagaimana tidak? Anak-anak yang datang ke sini akan diberi ramuan dari empon-empon seperti puyang, jahe, kunyit, temulawak, temu ireng, hingga temu giring. Rasanya jelas pahit sehingga membuat anak-anak enggan meminum ramuan ini.
Anak-anak yang susah makan dibawa ke warung jamu cekok untuk dicekoki. Disebut jamu cekok karena proses pemberian jamu dengan cara dicekokkan. Ramuan jamu ditaruh di sebuah kain yang bersih, kemudian diperas dan perasannya dicekokkan atau diminumkan pada anak-anak.
Tukang jamu akan memangku dan memegang kedua tangan si anak. Dalam istilah Jawa, memegang tangan seperti ini disebut mithing agar anak tidak bergerak dan berontak. Kemudian mulut anak dibuka dan diberi ramuan itu.
Demi doyan makan, anak-anak harus menghadapi kengerian dari rasa pahit jamu ini. Selain agar doyan makan, jamu cekok biasanya juga membantu menurunkan demam dan batuk anak.
Baca juga: Mengenal Jamu Ginggang Resep Asli Abdi Dalem Pakualaman
Di Jogja terdapat pusat jamu cekok yang terkenal sejak lama. Lokasinya berada di barat Purawisata, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso 132 Jogja.
Belum lama ini aku Instagram @merapi_uncover mengunggah video warung jamu cekok tersebut. "Biasanya kalau anak-anak susah makan akan dibawa ke sini, dijamin doyan makan," tulis akun tersebut sebagai caption, dikutip Harianjogja.com, Jumat (15/4/2022).
Jamu Brigjen Katamso ini lebih dikenal dengan Jamu Kerkop. Kerkop diambil dari kata Kerkoff yang dalam Bahasa Belanda adalah pemakaman. Kerkop yang dimaksud di sini adalah Purawisata karena tempat itu dahulu kala adalah kompleks pemakaman.
Jamu kerkop ini sudah ada sejak tahun 1875. Sampai sekarang masih eksis dan sudah dikelola hingga beberapa generasi.
Siapa yang pernah punya pengalaman dicekoki?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.