Jadwal SIM Keliling Sleman 19 Mei 2026: Mitra 10 Jadi Lokasi Layanan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Sejumlah pejabat Kemenkes dan stakeholder terkait dalam kegiatan pekan imunisasi dunia secara daring, Senin (18/4/2022). /Zoom
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 1,7 juta anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Capaian program imunisasi menurun drastis akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini bisa menimbulkan bermunculannya penyakit pada anak hingga kejadian luar biasa atau KLB penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) terutama difteri.
Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine menjelaskan sebanyak 84% dari fasilitas pelayanan kesehatan imunisasi anak terdampak Covid-19. Akibatnya capaian imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4% dari target 79,1% per Oktober 2021. Bahkan pada anak usia bawah dua tahun cakupan imunisasi campak dan rubela menurun drastis dari sebelumnya di 2019 di angka 72,7% menjadi 65,3% di 2020 dan di 2021 kembali turun di angka 58,4%.
“Perlu diketahui periode 2019 hingga 2021 ada 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Kondisi tentu akan menurunkan tingkat kekebalan komunitas dan menimbulkan daerah berpotensi menjadi sumber kasus atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti difteri,” katanya dalam peringatan Pekan Imunisasi Dunia yang digelar secara daring, Senin (18/4/2022).
Ia mengatakan dampak lain bisa menimbulkan KLB penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di antaranya Difteri Tetanus Pertussis, Rotavirus, dan Pneumokokus. Potensi wabah KLB dapat terjadi di daerah sehingga harus diwaspadai, mengingat PD3I seperti difteri dapat menular. Difteri merupakan bakteri yang menyerang saluran pernapasan pada selaput lendir hidung dan tenggorokan yang menyebabkan anak sulit bernapas.
Baca juga: Setelah Lansia, Ini Giliran Kelompok Warga di Jogja yang Divaksinasi Booster
“Layanan imunisasi pada anak harus tetap diberikan untuk menghindari risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa KLB yang diakibatkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.
Vaccine Medical Director GSK Indonesia Deliana Permatasari menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun dan memelihara kesehatan masyarakat. Ia menilai perlunya kolaborasi publik untuk menyampaikan informasi ilmiah kepada petugas kesehatan dan juga masyarakat umum terkait imunisasi. “Agar dapat mempercepat cakupan imunisasi lengkap terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ucapnya.
Dokter Spesialis Anak Profesor Hartono Gunardi menegaskan untuk menghindari meluasnya KLB difteri, penting bagi orang tua untuk segera melengkapi dan mengejar imunisasi anak yang tertinggal tanpa harus mengulang jadwal imunisasi dari awal. Peran imunisasi terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah berbagai penyakit.
“Setiap tahun imunisasi telah membantu mencegah kematian dua hingga tiga juta anak di Indonesia,” katanya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan anak berusia 0-12 perlu mendapatkan imunisasi vaksin Hepatitis B, Polio, BCG, DTP, Hib, PCV, Rotavirus, Influenza, MR, JE, dan Hepatitis A. Pada usia 1-2 tahun, diberikan vaksin MMR, Varisela, vaksin ulangan DTP-Hib-Hepatitis B. Kemudian pada usia 24 bulan, anak perlu menerima vaksin Tifoid dan di usia 9 tahun anak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV dan Dengue.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.