Advertisement

Setelah Lansia, Ini Giliran Kelompok Warga di Jogja yang Divaksinasi Booster

Sirojul Khafid
Rabu, 19 Januari 2022 - 15:27 WIB
Bhekti Suryani
Setelah Lansia, Ini Giliran Kelompok Warga di Jogja yang Divaksinasi Booster Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Setelah vaksinasi booster untuk lansia, selanjutnya booster akan diberikan kepada masyarakat yang bekerja sebagai pelayan publik, guru, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja berlangsung Jumat (21/1/2022).

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, vaksinasi booster guru yang mencapai 5.000 sasaran sebagai bagian dari persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kepasitas 100 persen.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Booster untuk guru jumlahnya hampir sama dengan pegawai Pemkot Jogja. Ini menjelang PTM 100 persen pekan depan,” kata Heroe di sela-sela kegiatannya di Kemanteren Tegalrejo, Jogja, Rabu (19/1/2022).

BACA JUGA: Mimpi Mommy ASF ke Cappadocia Terwujud: It's Your Dream Mbak, Not Her

Sementara itu, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di Kota Jogja telah mencapai 107 persen. Capaian ini berdasarkan target pemerintah pusat sekitar 29.800 anak. Setelah capaian ini, Pemkot Jogja melanjutkan vaksinasi anak dengan targetnya sendiri sekitar 41.000 anak.

“Targetnya per sekolah, bukan dari data kependudukan, jalankan sampai tuntas. Harapannya anak 41.000 bisa selesai total semuanya. Angka ini termasuk anak sekolah yang berasal dari luar Jogja,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

Setelah booster untuk lansia, pelayan publik, guru, dan ASN selesai, selanjutkan akan menyentuh masyarakat umum. Nantinya masyarakat bisa mendaftar melalui aplikasi Jogja Smart Service. Urutan prioritas ini mirip saat vaksinasi dosis pertama.

Untuk vaksinasi booster lansia, dalam tiga hari kick-off dari 17-19 Januari 2022 telah mencapai sekitar 4.200 dosis. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan sejauh ini belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat. Adapun KIPI berupa pusing ringan.

Advertisement

“Sejauh ini belum ada laporan KIPI. Setelah vaksin kami beri paracetamol. Vaksin booster itu setengah dosis, untuk antisipasi KIPI. Alhamdulillah [tidak ada KIPI berarti], paling pusing,” kata Emma.

Ke depan untuk memudahkan vaksinasi bagi lansia, penyelenggaraan akan berdasarkan wilayah. Hal ini untuk memudahkan akses lansia yang beberapa kali menjadi kendala.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

32 Jet Pribadi Tamu Pernikahan Kaesang-Erina Mendarat di Bandara Adi Soemarmo

News
| Jum'at, 09 Desember 2022, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement