Profil Aris Prasena, dari Bappeda hingga Pimpin Dinas PUP-ESDM DIY
Aris Prasena resmi menjadi Kepala Dinas PUP-ESDM DIY. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, hingga tugas strategisnya.
Penyerahan hibah instalasi pemanen air hujan di wilayah rawan krisis air di Gunungkidul. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Instalasi pemanen air hujan atau rain harvester bisa menjadi solusi mengatasi dampak kekeringan. Alumni SMAN 3 Padmanaba melalui lintas angkatan membuat gerakan pembangunan rain harvester di sejumlah tempat di wilayah DIY yang terdampak kekeringan seperti Gunungkidul.
Terbaru, teknologi ini sudah diserahkterimakan di Padukuhan Tekik, Ngloro, Saptosari dan Padukuhan Blimbing, dan Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang. Ketua Panitia Pembuatan Rain Harvester Beatriks W Puntorini menjelaskan melalui gerakan ini kelompoknya ingin menawarkan solusi melalui instalasi pemanen air hujan dalam mengatasi kekeringan di DIY utamanya Gunungkidul.
“Ini merupakan teknologi tepat guna yang bisa menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi krisis air terutama saat musim kemarau. Sehingga kami membagikan instalasi ini di sejumlah titik rawan krisis air,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2022).
Pembuatan instalasi oleh alumni Padmanaba ini dengan melibatkan para ahli sehingga bisa merancang dengan menghasilkan tempat penampungan yang memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari anti ranting dan dedaunan, anti sedimentasi dan anti binatang pengerat. Selain itu teknologi ini juga dilengkapi dengan pencegahan air hujan awal yang cenderung asam.
Baca juga: Marak! Peredaran Pil Koplo di Gunungkidul Pakai Media Sosial
“Di samping itu, karena air hujan ini sudah dipanen sebelum sampai ke tanah, maka sangat kecil kemungkinan tercemar bakteri Escherichia coli atau E. coli yang biasanya didapat dari rembesan septic tank sebagai sumber pencemaran. Sehingga hasil panenan air ini benar-benar bersih,” katanya.
Ia mengatakan, pembuatan instalasi pemanen air hujan dengan tiga buah toren diperkirakan menghabiskan dana kurang lebih Rp20 juta per unit. Sehingga, keseluruhan bantuan di tiga padukuhan ini mencapai Rp60 juta. Tiga kalurahan yang mendapatkan hibah meliputi Padukuhan Blimbing, Girisekar, Panggang; Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Panggang; dan Padukuhan Tekik, Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari.
“Harapan kami Rain Harvester ini akan menjadi program stimulan Kabupaten Gunungkidul dan tempat lain di DIY yang berkelanjutan dalam rangka mengurangi atau bahkan menuntaskan permasalahan kekeringan,” katanya.
Hibah instalasi pemanen air hujan diberikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Gunungkidul, Irawan Sujatmiko dan Direktur PDAM Toto Sugiyarto di Balai Padukuhan Blimbing, Girisekar, Panggang pada Senin (18/4/2021) lalu. “Kami berharap instalasi pemanen air hujan ini dapat diterapkan juga di wilayah lain,” kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aris Prasena resmi menjadi Kepala Dinas PUP-ESDM DIY. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, hingga tugas strategisnya.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.